#rusiaukraina#internasional

Ukraina Tolak Serahkan Wilayah ke Rusia sebagai Syarat Perdamaian

Ukraina Tolak Serahkan Wilayah ke Rusia sebagai Syarat Perdamaian
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berbicara kepada awak media secara daring dari Jakarta, 12 Juli 2022. (Kedubes Ukraina)


Jakarta (Lampost.co) -- Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengatakan negaranya belum mengalami kemajuan berarti dalam mengakhiri perang dengan Rusia melalui jalur diplomasi. Ia mengatakan permintaan Moskow sebagai syarat perdamaian terlalu mengada-ada, termasuk mengenai menyerahkan sebagian wilayah Ukraina ke Rusia.

Delegasi Rusia dan Ukraina beberapa kali bertemu untuk mencari solusi damai sejak awal invasi pada 24 Februari, namun hingga kini belum mencapai terobosan berarti.

"Dalam situasi saat ini, saya tidak melihat ada titik temu antara Ukraina dan Rusia. Ukraina diminta menyerahkan teritori yang kini diduduki Rusia. Kami tidak mau menerima hal tersebut," ucap Dubes Vasyl kepada awak media secara daring, Selasa, 12 Juli 2022.

Baca juga: Rebut Kota Lysychansk, Rusia Kuasai Luhansk

Mengenai dialog antar kedua negara, ia mengatakan hingga saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin belum memperlihatkan kesediaan untuk berbicara langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pembicaraan baru berlangsung di level pejabat tinggi, dan itu pun belum menghasilkan kesepakatan berarti.

Sejak awal invasi, Zelensky berulang kali menyerukan pertemuan langsung dengan Putin, namun hal itu tak kunjung terwujud.

"Sampai saat ini saya tidak melihat ada kesediaan dari Putin untuk berbicara. Argumen saja tidak cukup untuk mendorong Rusia menghentikan perang. Logika dan persuasi tidak bisa membuat Putin menghentikan perang," sebut Dubes Vasyl.

Satu-satunya cara menghentikan perang, lanjut dia, adalah jika Putin menarik seluruh pasukannya dari Ukraina. "Dan atau Ukraina lainnya adalah pasukan Ukraina mengalahkan Rusia sepenuhnya," ungkap Dubes Vasyl.

"Tidak ada opsi lain. Kami tidak mau memenuhi permintaan konyol, tidak mau menyerahkan teritori kami," sambungnya.

 "Coba anggap saja jika negara Anda diminta memberikan 20 persen wilayah demi mencapai perdamaian, tentu hal seperti itu tidak dapat diterima," pungkas Dubes Vasyl.

 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait