#rusiaukraina#internasional

Ukraina Serukan Warga untuk Mengungsi dari Wilayah Timur

Ukraina Serukan Warga untuk Mengungsi dari Wilayah Timur
Asap dari serangan Rusia terlihat di Rubizhne, Donbas, Ukraina, 7 April 2022. (FADEL SENNA / AFP)


Lviv (Lampost.co) -- Ukraina menyerukan warga sipil di wilayah timur seperti Luhansk untuk mengungsi demi menghindari potensi terjadinya serangan baru pasukan Rusia. Seruan disampaikan satu hari usai serangan rudal menewaskan lebih dari 50 orang di sebuah stasiun kereta api di kota Kramatorsk.

Sirene serangan udara terdengar di kota-kota Ukraina timur, yang diyakini akan menjadi fokus berikutnya dari pasukan Rusia. 

"Mereka menumpuk jumlah pasukan untuk melancarkan serangan," kata Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai, dikutip dari Dawn, Minggu, 10 April 2022.

Baca juga: Rusia Bombardir 5 Pangkalan Bahan Bakar Ukraina

Invasi Rusia, yang dimulai pada 24 Februari lalu, memaksa lebih dari 4 juta warga Ukraina melarikan diri ke luar negeri. Terdapat juga jutaan warga lainnya yang telantar di dalam negeri.

Kematian warga sipil dalam invasi Rusia memicu kecaman internasional, termasuk dugaan pembantaian di kota Bucha. Rusia membantah semua tuduhan mengenai serangan yang menewaskan warga sipil, dan menegaskan bahwa tujuan utamanya hanya melakukan demiliterisasi dan denazifikasi.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengunjungi Kiev pada Sabtu kemarin dalam memperlihatkan solidaritas kepada Ukraina. Kunjungan dilakukan satu hari usai serangan di stasiun Kramatorsk.

Kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, PM Johnson menjanjikan tambahan bantuan ekonomi dan militer untuk Ukraina.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait