#rusiaukraina#internasional

Ukraina Sebut Putin Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Ukraina Sebut Putin Selamat dari Percobaan Pembunuhan
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Alexander Nemenov/Pool/AFP)


Kiev (Lampost.co) -- Kepala intelijen militer Ukraina, Mayor Jenderal Kyrylo Budanov, mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin selamat dari upaya pembunuhan tak lama setelah invasinya ke Ukraina.


Pihak berwenang Rusia menggagalkan serangan terhadap pemimpin Kremlin itu dua bulan sebelumnya.

“Sempat ada upaya untuk membunuh Putin,” ujar Budanov, kepada Ukrainska Pravda, sebuah media online Ukraina.

Baca juga: Rusia Usir 85 Diplomat dari Prancis, Spanyol, dan Italia

“Ada percobaan pembunuhan baru-baru ini, oleh yang mereka sebut sebagai perwakilan Kaukasus. Ini bukan domain publik. Upaya yang gagal total tetapi itu benar-benar terjadi sekitar dua bulan lalu,” lanjutnya, dilansir dari stuff.co.nz, Selasa, 24 Mei 2022.

Tidak diketahui Budanov menyebut Kaukasus Utara Rusia yang menjadi lokasi dua perang separatis pada 1990-an atau Kaukasus Selatan yang mencakup Georgia.

Klaim ini dikeluarkan saat Moskow pada Senin, 23 Mei 2022 menuduh warga Ukraina melakukan serangan teror terhadap pejabat pro Rusia yang ditempatkan di wilayah pendudukan di Ukraina selatan.

Pihak berwenang di Kherson, salah satu wilayah di bawah kendali Rusia, mengumumkan pengenalan rubel sebagai mata uang resmi di samping hryvnia milik Ukraina.

Saat pertempuran terus meningkat di wilayah Donbas, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan hampir 100 tentara bisa tewas setiap harinya.

Kremlin tidak menanggapi klaim adanya percobaan pembunuhan terhadap Putin. 

Di medan perang, pasukan Putin terus mengalami kerugian besar, sebagaimana dilaporkan intelijen Inggris. Dalam tiga bulan pertama konflik Ukraina, Rusia diklaim kehilangan pasukan dalam jumlah yang sama dengan kampanye sembilan tahun Uni Soviet di Afghanistan.

Pasukan Rusia meningkatkan upaya untuk menguasai Severodonetsk, salah satu kota besar terakhir yang masih dikuasai Ukraina di provinsi Luhansk.

Kota dengan penduduk sekitar 100.000 jiwa sebelum perang tersebut diperkirakan akan menjadi tempat pertempuran besar berikutnya setelah pertempuran Mariupol berakhir pekan lalu.

Pejabat setempat memperingatkan kota itu kemungkinan menghadapi nasib yang sama dengan Mariupol, yang kondisinya mengenaskan setelah dua bulan dikepung.

Serhiy Haidai, gubernur Luhansk, menuduh Moskow menggunakan taktik bumi hangus yang sama.

“Sepanjang waktu terus ada penembakan, dan sayangnya tentara Rusia memilih taktik bumi hangus melawan kota Severodonetsk: mereka hanya menghancurkan kota secara sistematis. Di mana pun ditembak terus-menerus.”

"Mereka menghapus Severodonetsk dari muka bumi,” imbuhnya.

Saat waktu mulai berlalu setelah pertempuran Mariupol, kota pelabuhan Laut Hitam yang jatuh ke tangan Rusia minggu lalu setelah pejuang perlawanan terakhir Ukraina menyerah. Disebutkan pasukan akan diadili di wilayah pro Rusia yang memisahkan diri di negara.

Denis Pushilin, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang dikendalikan Kremlin, mengatakan para tahanan dari Azovstal ditahan di wilayah Republik Rakyat Donetsk.

“Turut direncanakan penyelenggaraan pengadilan internasional di wilayah negara republik.”

Laporan kantor berita Rusia Interfax itu tidak menyebutkan tuntutan apa yang akan dihadapi pasukan.

Ukraina setuju untuk menyerahkan posisinya yang menempel di Mariupol dengan kesepakatan ribuan pejuang yang tersisa akan ditukar dengan tawanan perang Rusia.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait