#teknologi

UC Browser Dituduh Curi Data Pengguna

UC Browser Dituduh Curi Data Pengguna
UC Browser dilaporkan mengambil data aktivitas web pengguna secara diam-diam.


Jakarta (Lampost.co) -- Peramban karya Alibaba, UC Browser, dilaporkan mengambil data aktivitas web pengguna secara diam-diam. Tindakan ini tetap dilakukan meski pengguna telah mengaktifkan mode incognito atau mode privat.

 

Hal ini dilaporkan bertolak belakang dengan janji yang digadangkan UC Browser kepada pengguna, yaitu menjaga kerahasiaan data penjelajahan pengguna saat mengaktifkan mode incognito pada peramban tersebut.

Sebelumnya, UC Browser menyampaikan janji soal kerahasiaan ini pada pengguna peramban karyanya, baik versi Android maupun iOS. Peneliti keamanan siber berbasis di London, Inggris, Gabi Cirlig menyebut bahwa UC Browser mengekstrak riwayat penelusuran dan pencarian pengguna dari produknya, meski mengaktifkan mode incognito.

Cirlig mengaku telah memeriksa peramban lain, termasuk Chrome, dan menyebut tidak ada tindak serupa yang dilakukan oleh UC Browser. Selain itu, Cirlig juga menambahkan bahwa peramban memang menggunakan cookie untuk melacak kebiasaan pengguna.

Namun, Cirlig menganggap bahwa tindakan UC Browser serupa tindak pencurian data pengguna, sebab mencatat situs URL yang pengguna kunjungi dan mengirimkannya ke server milik peramban tersebut.

Sebab, berdasarkan temuan Cirlig, semua aktivitas penjelajahan internet pengguna, baik ketika menggunakan mode normal dan incognito, tetap dikirim ke server milik UCWeb. Tidak hanya data situs yang dikunjungi, UC Browser dilaporkan juga mengirimkan data alamat IP terkait lokasi pengguna secara luas.

Temuan Cirlig ini dikonfirmasi oleh dua analis keamanan Forbes, menyebut bahwa server tersebut terdaftar di Tiongkok. Selain itu, dua analis keamanan Forbes ini juga menyebut bahwa server UC Browser ini membawa ekstensi .cn, yang merupakan nama domain China, namun hosting server tersebut berada di Amerika Serikat.

UCBrowser juga memberikan nomor identitas kepada tiap pengguna sehingga, aktivitas di berbagai situs web dapat dipantau secara efektif oleh perusahaan asal Tiongkok. Meskipun demikian, belum tersedia informasi terkait hal yang dilakukan Alibaba dan anak perusahaannya dengan data tersebut.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait