#unila#kpk

Uang Suap Dipakai Karomani untuk Bangun LNC

Uang Suap Dipakai Karomani untuk Bangun LNC
Mantan Rektor Unila Karomani saat berada di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 9 September 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani dihujani 25 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat pemeriksaan, Jumat, 9 September 2022. Salah satu pertanyaan itu ihwal uang mahar untuk masuk sebagai mahasiswa kedokteran Unila. 

Kuasa hukum mantan rektor Unila Karomani, Ahmad Handoko, menyatakan saat penyidik menanyakan hal itu, kliennya menjawab uang suap yang diterima bukan untuk keperluan pribadi, melainkan untuk pembangunan Lampung Nahdliyin Center (LNC).

"Keluarga atau pihak yang dinyatakan lulus di FK Unila, menyumbang untuk pembangunan gedung LNC tersebut. Sebagiannya, uang yang disita KPK itu dari rumah mewahnya. Nggak ada satu rupiah pun untuk kepentingan pribadi," kata Handoko melalui telepon. 

Baca juga: Pengacara: Uang Suap Tak Digunakan untuk Kepentingan Pribadi Karomani

Menurutnya, meski tak memberikan nama jelas pemberi suap, Handoko mengatakan kliennya menyebutkan di dalam daftar itu ada seorang dokter, politisi, anggota DPRD, anggota DPR RI, hingga mantan kepala daerah. 

"Semua sudah disampaikan oleh klien kami terhadap penyidik secara terbuka dan terang, termasuk siapa yang menemui kliennya secara langsung dan tidak langsung," ujarnya. 

Handoko mengatakan setelah pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK hari ini, pihaknya akan menunggu hingga 40 hari ke depan. Karena tenggat waktu itu akan dipakai KPK melakukan pendalaman. 

"Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan Pak Karomani kooperatif terhadap proses hukum ini. Semuanya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," katanya. 

Disinggung kondisi kliennya, Handoko mengatakan Karomani dalam keadaan sehat dan siap menjalani proses hukum yang berlaku. 

"Alhamdulillah sehat," katanya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait