#uangpalsu#beritalampung

Uang Palsu Teror Pedagang di Lamsel

Uang Palsu Teror Pedagang di Lamsel
Kepala Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menunjukkan uang palsu yang diterima masyarakat, Senin, 10 Januari 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang di Kecamatan Palas, Lampung Selatan (Lamsel) meresahkan peredaran uang palsu di wilayah tersebut. Dalam sepekan terakhir, sejumlah pemilik warung menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Pemilik warung di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Hadiana (40), mengaku menerima uang palsu dari orang tak dikenal. Pelaku membeli sebungkus rokok menggunakan selembar uang Rp100 ribu.

"Uang palsu itu baru tahu setelah pemilik pergi," kata Hadiana, Senin 10 Januari 2022.

Dia menjelaskan, uang palsu memiliki perbedaan yang cukup jauh dengan uang asli, seperti ukuran lebih kecil, tekstur kertas sangat licin saat diraba, warna seperti tinta print biasa, tidak ada gambar pahlawan bila terawang, dan benang pengaman terlihat hasil cetakan.

"Kejadian ini saya sampaikan ke pemerintah desa dan kepolisian supaya segera diusut biar tidak menyebar lebih luas," kata dia.

Hal itu juga terjadi pada pemilik warung di Desa Bandanhurip, Nabila Rasya. Dia mengaku menerima uang palsu dari dua orang yang membeli rokok.

"Saya ingat ciri-ciri orangnya. Satu orang belanja memakai topi, mata sedikit sipit, badan putih, pakai kaos pendek warna putih dan ada tato di kaki. Sedangkan, satu orang kawannya di atas motor N-Max warna merah tanpa plat, pakai helm, masker dan jaket," kata dia.

Menurut dia, korban peredaran uang palsu juga menyasar pada sejumlah warga lainnya. "Modusnya juga dengan beli rokok. Kami berharap masyarakat lebih waspada," kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Palas, Iptu Edi Suandi, mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut dari warga. Saat ini pihaknya tengah menelusuri dugaan peredaran uang palsu tersebut.

"Barang bukti kami amankan. Kami akan telusuri dulu dan meminta warga lebih waspada, serta segera melapor bila menerima uang palsu lagi agar bisa segera bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait