#babinsa#bhabinkamtibmas

Tunjangan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mesuji Dipangkas

Tunjangan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mesuji Dipangkas
Babinsa di Mesuji tengah bekerja di desa binaannya. Lampost.co/Ridwan Anas


Mesuji (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji terpaksa memangkas separuh tunjangan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mesuji, Anwar Pamuji menjelaskan, pemotongan hingga 50% dari jumlah total tunjangan awal itu dilakukan karena menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

"Dari Rp1 juta menjadi Rp500 ribu per bulan. Itu hasil dari pembahasan di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Mesuji. Kebijakan baru ini dimulai per Januari 2022," jelas Anwar, Rabu, 16 Februari 2022.  

Baca: Dandim Minta Babinsa Jadi Contoh Positif di Desa 

 

Anwar melanjutkan, anggaran Dana Desa (DD) tahun ini wajib dikucurkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 40%, ketahanan pangan 20%, penanganan Covid-19 18%, dan sisanya barul untuk pembangunan fisik. 

"Alokasi dana desa turun dari Rp57 miliar menjadi Rp51 miliar. Itu untuk kegiatan pemerintahan desa, penghasilan tetap, tunjangan, dan insentif desa," lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Mesuji, Elfianah menyayangkan turunnya tunjangan untul TNI/Polri di Mesuji. Padahal, menurut dia, keduanya telah memberikan peran penting selama pandemi covid-19.  

"Tentu kami menyayangkan. Namun itu sudah menjadi kewenangan Bupati dan PMD. Kami berharap ada peninjauan kebijakan kedepannya mengingat beratnya tugas TNI/Polri di desa, terutama di masa pandemi seperti saat ini," jelas Elfianah.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait