#lampungselatan

Tumpukan Sampah di Aliran Way Pisang Lamsel Dibersihkan

Tumpukan Sampah di Aliran Way Pisang Lamsel Dibersihkan
Alat berat ekskavator saat membersihkan tumpukan sampah di aliran way Pisang Dusun Sukamaju, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin 23 Mei 2022. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Tumpukan sampah di aliran Way Pisang, Dusun Sukamaju, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya dibersihkan menggunakan alat berat atau ekskavator, Senin 23 Mei 2022.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, sampah berupa potongan pohon bambu, ranting dan kayu itu telah menumpuk sejak dua tahun terakhir. Bahkan, panjang tumpukan sampah tersebut telah mencapai 500 meter. Dampak dari penyumbatan dari sampah itu kerap menimbulkan banjir hingga merendam ratusan hektare area persawahan di dua desa, yakni Desa Sukaraja dan Sukabakti.

Kepala Desa Sukabakti, Susilo mengatakan keberadaan tumpukan sampah mengakibatkan para petani dari Desa Sukabakti dan Sukaraja kerap gagal panen karena terendam banjir. Setidaknya ada 100 hektare lahan pertanian yang menjadi langganan banjir setiap turun hujan.

"Alhamdulillah, setelah menunggu dua tahun lamanya, akhirnya Pemkab Lamsel melalui Dinas PUPR Lamsel menerjunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah," kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 23 Mei 2022.

Susilo melanjutkan tumpukan sampah tersebut merupakan kiriman dari hulu aliran Way Pisang hingga menyumbat dan menumpuk. Bahkan, sampah tersebut sudah bercampur tanah.

"Selama ini sudah diupayakan untuk dibersihkan. Tapi, usaha nihil karena sampah nya sudah bercampur tanah dan terdapat sampah potongan kayu besar. Tumpukan ini mencapai 500 meter," ujarnya.

Baca juga: Sampah di Sungai Way Pisang Dikhawatirkan Timbulkan Banjir

Sementara itu, Warsono (46) warga sekitar, mengaku masyarakat yang sebagian besar petani sangat bersyukur dengan adanya pembersihan tumpukan sampah itu. Sebab, petani setempat sejak dua tahun terakhir sering gagal panen.

"Memang sudah dinanti-nantikan petani setempat. Soalnya, penyebab utama seringnya banjir karena tumpukan sampah tersebut. Mudah-mudahan setelah dibersihkan ini aliran sungai jadi lancar dan tidak ada lagi banjir," kata dia.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait