#beritalampung#beritatulangbawang#inflasi

Tulangbawang Alihkan 8 Persen DD untuk Kebijakan Pemulihan Ekonomi

Tulangbawang Alihkan 8 Persen DD untuk Kebijakan Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi. Foto: Google Images


Menggala (Lampost.co): Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Kabupaten Tulangbawang, Yen Dahren, mengatakan kampung dapat mengalihkan 8 persen dana desa (DD) yang diperuntukan untuk dukungan pendanaan penanganan Covid-19 sebagai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Total Rp10.350.621.280 dana desa Kabupaten Tulangbawang yang diperuntukan untuk dukungan pendanaan penanganan Covid-19.

Yen Dahren bilang, peralihan dana itu dapat dilakukan setelah Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 128/PMK.07/2022. Peralihan penggunaan dana itu sebagai upaya menekan laju inflasi di tingkat kampung pasca pemerintah pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Baca juga:  Angkot di Lamteng Mulai Berlakukan Tarif Baru

"Terkait anggaran 8 persen kampung dapat melakukan penyesuain kegiatan anggaran Covid-19 untuk PEN, kesehatan, dan ketahanan pangan," kata Yen Dahren kepada Lampost.co, Senin, 12 September 2022.

Namun dia, tidak dapat memastikan apakah dana Rp10 miliar lebih itu masih utuh atau belum pernah digunakan tiap-tiap kampung untuk dukungan pendanaan penanganan Covid-19. 

"Ini harus ditanya satu-satu kampungnya, karena mereka ada yang ambil di tahap satu atau kedua," katanya. 

Selain itu, lanjut dia, terdapat dana Rp25.876.553.200 atau 20 persen dari total anggaran dana desa yang diperoleh Kabupaten Tulangbawang digunakan untuk biaya ketahanan pangan.

Selanjutnya, Rp52.239.600.000 atau 40 persen digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Penggunaan dana itu mengacu Peraturan Presiden (Perpres) 104 Tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa (DD).

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait