#penipuan#kriminal

Tukang Gigi Didakwa Penipuan Karena Behel Pasien Sering Lepas

Tukang Gigi Didakwa Penipuan Karena Behel Pasien Sering Lepas
Ilustrasi Medcom.id


Surabaya (Lampost.co) -- Terdakwa Andri Prasetiawan, didakwa melakukan penipuan. Terdakwa yang mengaku sebagai dokter gigi itu dilaporkan pasiennya karena behel yang dipasang mudah lepas.

Jaksa Ni Putu Parwati menyebut terdakwa dengan sengaja menggunakan alat, metode memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan dokter gigi, memiliki surat tanda registrasi dokter gigi atau surat izin praktik.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 78 Jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran,” kata Putu, Senin, 14 November 2022.

BACA JUGA: Viral! Penangkapan Bandar Sabu di Menggala Berlangsung Ricuh

JPU juga menghadirkan saksi korban, yakni Intan Kurnia. Saksi menceritakan perkara ini bermula saat ia sering melihat iklan pemasangan behel gigi di sosial media. Dia tertarik dengan iklan tersebut akhirnya datang ke tempat praktik terdakwa.

“Andri sendiri yang pasang, dipatok harga Rp1 juta,” ungkapnya.

Saksi menjelaskan kalau behel yang dipasang baru saja beberapa hari sudah lepas. Mendapati behelnya lepas. Saksi pun kecewa dan melaporkan terdakwa ke Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Setelah mendapati laporan itu, polisi pun mendatangi tempat praktik Andik. Diketahui jika Andri lulusan Poltekes Surabaya dengan Surat Tanda Registrasi Perawat Gigi Nomor Registrasi 160461118-1578845 dikeluarkan pada 2 Oktober 2018 berlaku sampai 4 Juni 2023.

Sebagai tukang gigi sejak 2020 dengan nama 'Gemilang Dental', terdakwa tidak memiliki izin. Namun benar lulusan D4 terapis gigi/perawat. Pasien yang memasang behel tidak dicatat ke pembukuan kliniknya hanya diberikan kuitansi saja tidak ada obat khusus yang diberikan kepada pasien.

Terdakwa tidak memiliki keahlian khusus untuk memasang behel, langsung dipasangkan saja ke gigi pasien. Padahal yang berhak melakukan pemasangan behel gigi adalah spesialis orthodontis berdasarkan standar kompetensi dokter gigi nasional.

Akibat perbuatan terdakwa, gigi dapat lepas, berubah posisi, profil wajah berubah dan estetika berubah serta dapat menimbulkan kerusakan jaringan tulang gusi.

Sementara terdakwa saat dimintai keterangan mengatakan hanya perawat gigi. Sejak 2019, dia mempromosikan usahanya dan selama ini belum ada pasien yang komplain.

“Setelah pasang behel, saya kasih tahu kalau kontrol lagi bulan depan,” ucap terdakwa.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait