#danadesa#korupsi

Tujuh Perangkat Tiyuh Panaragan Tubaba Diberhentikan Usai Dipanggil Kejaksaan

Tujuh Perangkat Tiyuh Panaragan Tubaba Diberhentikan Usai Dipanggil Kejaksaan
Tujuh perangkat Tiyuh Panaragan memberikan keterangan kepada wartawan perihal pemecatan mereka sebagai perangkat desa Panaragan, Sabtu, 22 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Ahmad Sobirin)


Panaragan (Lampost.co) --- Sebanyak tujuh aparatur Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), diberhentikan secara sepihak oleh kepalo tiyuh setempat dari jabatannya masing-masing. Ketujuh aparatur Tiyuh diantaranya Kasi Pelayanan Helman, Kasi Pemerintahan Yudi Gunawan, Kepala Suku 002 Purwadi, Kepala Suku 004 Asroni, Kepala Suku 005 Tarmizi, Kepala Suku 007 AM Idaman, dan Kepala Suku 009, Jauhari .

Pemecatan mereka diduga dengan pemanggilan ketujuh orang tersebut oleh pihak kejaksaan sebagai saksi dugaan penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2021, pada Senin, 17 Januari 2022.

”Kemarin Senin kami dipanggil Kejari dan diperiksa sekitar jam dua siang sampai jam setengah tujuh malam. Kami menjawab pertanyaan dari APH sesuai apa yang kami ketahui tanpa ada yang kami tutupi. Setelah diperiksa jaksa, tiba-tiba pada Jumat, 21 Januari 2022, kami dapat surat pemberhentian dari dari kepalo tiyuh yang diantar ke kediaman kami”, ujar Helman didampingi tujuh aparatur Tiyuh yang diberhentikan, Sabtu, 22 Januari 2022.

Helman melanjutkan perilaku kepalo tiyuh kepada mereka sangat tidak sesuai prosedur. Mereka diberi surat pemberhentian dari kepala Tiyuh pada 21 Januari 2022 tanpa ada rekomendasi dari camat.

”Kami mohon kepada instansi terkait agar mempertimbangkan keputusan kepalo tiyuh terhadap kami. Padahal, selama masa kepemimpinan bapak Fajar kami sudah bertugas sesuai aturan yang diberikan tiba-tiba kok kami diberhentikan seperti memberhentikan pembantu rumah tangga tanpa ada rekomendasi dari pak camat dan Pemkab Tubaba,” paparnya yang diamini rekannya.

Baca juga: Inspektorat Tubaba Sebut tak Ada Kasus Penyelewengan Dana Desa

Terpisah, Kepala Tiyuh Panaragan, Fajar Ahmad Efendi, mengatakan, pemecatan aparatur Tiyuh Panaragan sudah sesuai dengan aturan Peraturan Bupati (Perbup) yang ada. Bahkan, dia mengakui adanya pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri Tulangbawang terhadap aparatur Tiyuh Panaragan dan dirinya. Pemanggilan tersebut atas adanya dugaan korupsi Dana Desa melalui Anggaran Pendapatan Belanja Tiyuh(APBT) tahun 2021.

“Kami pecat tujuh aparatur Tiyuh Panaragan ini karena sudah sesuai dengan kesalahan yang mereka buat. Mereka tidak mengerti tugas pokok dan fungsi mereka makanya kami ambil tindakan pemberhentian terhadap mereka dan juga masyarakat sudah banyak yang komplain atas kinerja mereka,” ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait