#bencanaalam

Tujuh Kelurahan di Bandar Lampung Rawan Longsor

Tujuh Kelurahan di Bandar Lampung Rawan Longsor
Peta rawan banjir dan longsor di Bandar Lampung. Dok BPBD Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung memetakan terdapat tujuh Kelurahan dari lima Kecamatan yang tergolong rawan longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Bandar Lampung, Sutarno, mengatakan wilayah rawan longsor itu berada di Kecamatan Panjang, yaitu Kelurahan Panjang Selatan dan Pidada.

Kemudian Kelurahan Sukamenanti dan Surabaya (Kecamatan Kedaton), Kelurahan Pasir Gintung (Tanjungkarang Pusat), Kelurahan Langkapura (Langkapura), dan Kelurahan Bakung (Telukbetung Barat).

Daerah rawan longsor itu juga diikuti wilayah rawan banjir. "Terdapat sembilan Kelurahan dari delapan Kecamatan masuk kategori tersebut," kata Sutarno, Selasa, 21 September 2021.

Daerah rawan banjir itu adalah Kelurahan Rajabasa Nunyai dan Rajabasa Raya (Rajabasa), Kelurahan Gedong Pakuon (Telukbetung Selatan), Kelurahan Kedamaian (Kedamaian), Kelurahan Way Dadi Baru (Sukarame), Kelurahan Campang Raya (Sukabumi), Kelurahan Way Lunik (Panjang), Kelurahan Sukamaju (Telukbetung Timur), Kelurahan Garuntang (Bumiwaras)

Dengan potensi itu, BPBD selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain itu melakukan patroli saat hujan dalam kurun waktu lebih dari 30 menit. 

Dalam upaya antisipasi, pihaknya juga menyiagakan puluhan personel selama 24 jam. "Tim dari BPBD kami siapkan 70 orang yang siaga 24 jam. Kemudian di backup sebanyak 72 orang yang disiagakan apabila dibutuhkan," ujar dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait