#who#polusiudara

Tujuh Juta Orang Per Tahun Tewas Akibat Polusi Udara

Tujuh Juta Orang Per Tahun Tewas Akibat Polusi Udara
Kabut asap yang tampak dari atas Ibu Kota India, New Delhi. Foto: AFP


New York (Lampost.co) -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan polusi udara menjadi salah satu ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan dunia. Mereka menyebut, tujuh juta kematian terjadi dalam setahun karena polusi udara.

WHO mengatakan tindakan mendesak diperlukan untuk mengurangi paparan polusi udara. Menurut mereka, bahaya polusi udara sama seperti pola makan tidak sehat dan merokok.

"WHO menyesuaikan hampir semua tingkat pedoman kualitas udara ke bawah. Kami memperingatkan jumlah (polusi udara) yang melebihi tingkat baru dapat berisiko signifikan terhadap kesehatan," kata WHO, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 23 September 2021.

"Mematuhi batasan ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa," imbuh lembaga tersebut.

Pedoman baru bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk polusi udara. Pedoman ini juga harus digunakan pemerintah sebagai acuan standar yang mengikat secara hukum.

WHO terakhir memperbarui pedoman pada 2005. Pedoman tersebut berdampak signifikan pada kebijakan untuk membersihkan udara dunia.

Namun, selama 16 tahun memantau, WHO memiliki bukti kuat jika polusi udara mempengaruhi kesehatan.

"Bukti yang terkumpul cukup untuk membenarkan tindakan mengurangi paparan populasi terhadap polutan udara utama, tidak hanya di negara atau wilayah tertentu tetapi dalam skala global," seru WHO.

Greenpeace mencatat banyak kota besar di dunia melanggar pedoman 2005 dan mengatakan tindakan yang lebih berarti sangat diperlukan.

"Yang paling penting adalah pemerintah menerapkan kebijakan yang berdampak untuk mengurangi emisi polutan, seperti mengakhiri investasi di batu bara, minyak dan gas dan memprioritaskan transisi ke energi bersih. Kegagalan untuk memenuhi pedoman WHO yang keluar tidak boleh diulangi," seru Ilmuwan Polusi Udara Internasional Greenpeace yang berbasis di University of Exeter.

Pedoman baru WHO mencakup rekomendasi tingkat kualitas udara untuk enam polutan, termasuk ozon, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida.

Dua lainnya adalah PM10 dan PM2,5 – partikel yang berdiameter sama atau lebih kecil dari 10 dan 2,5 mikron.

Keduanya mampu menembus jauh ke dalam paru-paru. Bahkan, dari penelitian tersebut menunjukkan PM2,5 dapat memasuki aliran darah, terutama mengakibatkan masalah kardiovaskular dan pernapasan, tetapi juga mempengaruhi organ lain.

Asia disebut paling parah polusi udaranya. Kota-kota dengan udara paling kotor di dunia antara lain, Delhi (PM2,5 melebihi 17 kali lipat), Lahore (16 kali lipat), Dhaka (15 kali lipat), dan Zhengzhou (10 kali lipat).

 

 

 

 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait