#KampungTangguhNusantara

Tujuh Desa di Palas Jadi Kampung Tangguh Nusantara

Tujuh Desa di Palas Jadi Kampung Tangguh Nusantara
Foto. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara (KTN). Pembentukan KTN itu sebagai upaya menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, ketujuh desa yang ditetapkan sebagai KTN adalah Desa Bandanhurip, Sukabakti, Sukaraja, Palasaji, Palaspasemah, Palasjaya, dan Pulautengah.

Kapolsek Palas, Iptu M. Sariakip mengatakan hingga saat ini pihaknya telah meresmikan tujuh desa sebagai KTN. Bahkan, pihaknya menargetkan 21 desa di Kecamatan Palas akan ditetapkan sebagai KTN ditengah pandemi Covid-19.

"Meski Kecamatan Palas kini dalam kondisi zona hijau, tapi penyebaran virus corona hingga saat ini masih ada. Sehingga, pembentukan KTN ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 khususnya di kecamatan Palas dan kabupaten Lamsel," kata dia saat meresmikan Desa Palaspasemah sebagai KTN, Rabu, 3 Maret 2021.

Kapolsek mengatakan pembentukan KTN itu sebagai upaya menanggulangi penyebaran virus corona. Namun, perlu pula adanya kekompakan warga dengan pemerintah.

"Selain itu, kampung tangguh ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya. Setelah ditetapkan sebagai Kampung tangguh, desa sudah siap menghadapi dan mampu penanganan permasalahan Covid-19," kata dia.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Palaspasemah, Muslim Idrus mengatakan di desa setempat telah menyediakan rumah isolasi dengan fasilitas satu ruangan khusus untuk pasien Covid-19 isolasi mandiri dan posko kesehatan.

"Rumah isolasi dan posko kesehatan sudah kami siapkan ketika ada masyarakat yang terpapar virus corona. Kami juga akan menganggarkan sebesar delapan persen dari anggaran dana desa 2021," kata dia.

Selain itu dalam upaya mencegah penyebaran virus korona, kata Muslm, pihaknya rutin melaksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan sosialisasi masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah ketika malam hari.

"Kami juga rutin lakukan penyemprotan, membagikan masker Upaya lainnya mengimbau masyarakat kurangi aktifitas masyarakat diluar ketika malam hari," katanya. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait