#kriminal#metro

Tujuh Anak Punk Jadi Tersangka Pengeroyokan dan Perusakan Pos Polisi Lapangan Samber Metro

Tujuh Anak Punk Jadi Tersangka Pengeroyokan dan Perusakan Pos Polisi Lapangan Samber Metro
Kasatreskrim Polres Metro, AKP Firmansyah saat memberikan nasehat saat melepas kepulangan para anak punk yang tidak terlibat dalam kasus pengeroyokan dan perusakan pos pantau lapangan samber, Sabtu, 14 Mei 2022. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Sebanyak tujuh orang dari 39 anak punk telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan dan perusakan Pos Pantau Lapangan Samber Polres Metro. 

Data yang dihimpun Lampost.co, sebanyak 39 orang telah diamankan pada Jumat malam, 13 Mei 2022, saat insiden itu terjadi. Kemudian, 32 orang termasuk 4 remaja perempuan yang tidak terlibat dalam kasus tersebut dibina dan dipulangkan ke kediaman masing-masing. Dari 32 orang tersebut hanya 4 orang yang beralamatkan Kota Metro sisanya datang dari berbagai daerah di luar Metro.

Kasatreskrim Polres Metro, AKP Firmansyah mengatakan, ketujuh orang tersebut langsung dilakukan penyelidikan dan kini telah ditahan di Polres Metro. Ketujuh orang tersebut ialah, RK 27 tahun warga Metro dan RS 22 tahun asal Padang, Sumatra Barat. Mereka berdua merupakan aktor pemukulan terhadap petugas Satpol PP. 

"Selanjutnya MR 22 tahun warga Tulangbawang, BG 22 tahun warga Bandar Lampung, MZ 34 tahun warga Palembang, AR 18 tahun warga Metro, dan AG 22 tahun warga Kota Bumi. Dari tujuh orang, yang memukul hanya dua orang. Sehingga mereka dikenakan Pasal 170 tetang pengeroyokan atau perusakan terhadap orang maupun fasilitas umum. Untuk pidananya maksimal 7 tahun," kata dia, di Mapolres, Sabtu, 14 Mei 2022. 

Firmansyah menyebut, penetapan tersebut sesuai bukti serta video amatir yang diambil masyarakat. Kemudian, pengakuan dari tersangka itu sendiri. 

"Nah, ini kan ada 32 orang yang tidak terlibat. Maka, kami lakukan pembinaan dan mereka siap untuk dipulangkan," ungkapnya. 

Firmansyah menjelaskan saat pembinaan disisipkan juga siraman rohani agar mereka dapat berubah dan juga diberikan baju Koko dan gamis untuk dikenakan saat perjalanan pulang. 

"Harapan kami mereka bisa menjadi orang yang baru, seperti baju yang mereka kenakan saat ini," tambahnya. 

Firmansyah menambahkan untuk menjamin keamanan dan ketertiban di Kota Metro, pihaknya akan melakukan koordinasi untuk melakukan operasi gabungan antara TNI-POLRI dan juga Pemkot Metro. 

"Nah, bisa nanti seperti operasi yustisi secara bersama-sama dari Pemkot, Kodim, dan Polres untuk penegakan perda dan tipiring," ujarnya. 

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Rakhmat Zainuddin Sesunaan mengatakan, ada 28 orang yang beralamatkan di luar Metro untuk diberikan surat pendamping dalam perjalanan pulang. 

"Yang dipulangkan kan ada 32 orang, 4 diantaranya rumahnya di Metro. Apabila mereka membutuhkan surat keterangan untuk meninggalkan Kota Metro maka akan kami berikan. Itu nanti digunakan untuk melakukan perjalanan agar mereka dapat pulang secara gratis," kata dia. 

Hal senada diungkapkan oleh Dodi Ashar, seorang anak punk yang datang dari Palembang. Dia mengaku tujuannya datang ke Metro merupakan untuk bersilaturahmi dan menghadiri 40 hari rekannya yang belum lama meninggal. 

"Kami dari Palembang ke Metro ini berniat untuk menghadiri acara 40 hari temen kita yang telah meninggal. Kemudian kami juga untuk menghadiri acara halalbihalal di Alas Puri, Sumbersari Bantul. Kami dari Palembang 15 orang," kata dia. 

Dodi mengaku mendapat pelajaran penting dan akan langsung melakukan perjalanan ke kampung halaman bersama rekan-rekannya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait