#Covid-19lampung#beritalampung

Tubaba Terapkan PPKM Mikro Antisipasi Zona Merah

Tubaba Terapkan PPKM Mikro Antisipasi Zona Merah
rapat koordinasi Satgas Covid-19 dalam rangka penerapan PPKM Mikro dan kontijensi kluster Covid-19, Kamis, 8 Juli 2021. Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan memberlakukan PPKM mikro mulai 9 Juli 2021 hingga waktu yang tidak ditentukan. 

Dengan kebijakan itu, pemerintah membatasi adanya kegiatan pada acara hajatan, seperti pernikahan agar hanya digelar sebatas akad nikah dengan tamu undangan 30 orang dan dilarang menggunakan hiburan musik.

Kapolres Tubaba, AKBP Hadi Saeful Rahman, mengatakan keputusan PPKM Mikro itu wajib dipatuhi semua pihak untuk mencegah munculnya kluster penyebaran Covid-19 di kabupaten. 

Hal tersebut menjadi keputusan rapat koordinasi Satgas Covid-19 dalam rangka penerapan PPKM Mikro dan kontijensi kluster Covid-19, Kamis, 8 Juli 2021.

Untuk mensosialisasikannya, pihaknya akan mengirim surat pemberitahuan kepada seluruh camat, kepala tiyuh (desa), tokoh agama dan masyarakat di semua kecamatan dan akan disusul dengan surat keputusan bupati.

"Artinya, aparatur tiyuh harus patuh dengan keputusan ini agar memberikan pengertian kepada warga karena kondisi Tubaba saat ini menuju zona merah Covid-19," ujarnya.

Selain melakukan pembatasan kegiatan masyarakat tersebut kata dia, pemkab juga menutup sementara tempat destinasi wisata yang dikelola pemerintah. Sementara tempat wisata milik perorangan dan swasta dibatasi pengunjung 25% dari kapasitas lokasi. "Untuk tempat wisata berlaku mulai 8-22 Juli 2021," kata dia.

Untuk mengatasi lonjakan kasus, kata dia, Dinas Kesehatan akan menambah tenaga kesehatan dan tempat isolasi di RSUD Tubaba. "Satgas Covid-19 juga meminta tokoh-tokoh untuk menjadi relawan Covid-19 di semua tiyuh,"ujarnya

Sementara itu, pemkab menargetkan vaksinasi dapat dilakukan pada 70 persen warga. Vaksinasi akan dilakukan secara jemput bola ke warga di semua tiyuh. 

"Status Tubaba saat ini masih zona kuning, tapi melihat kondisi warga banyak yang tertular, tidak menutup kemungkinan status itu berubah menjadi merah. Hal ini dilihat dari jumlah pasien yang dirawat di RSUD," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait