#infrastruktur#pesisirbarat

Truk Terbalik, Jalur Liwa Krui Butuh Prioritas Pelebaran Jalan

Truk Terbalik, Jalur Liwa Krui Butuh Prioritas Pelebaran Jalan
Satu unit truk Fuso dengan nomor polisi (nopol) BE 9939 AJ terperosok lalu terbalik di Jalan Liwa Krui, tepatnya di jurang dekat gua Jepang di Pal Sebelas, Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Waykrui, Pesisir Barat, Minggu (14/8/2022). (Foto: Dok Lampost)


Krui (Lampost.co) -- Satu unit truk Fuso dengan nomor polisi (nopol) BE 9939 AJ terperosok lalu terbalik di Jalan Liwa Krui, tepatnya di jurang dekat gua Jepang di Pal Sebelas, Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Waykrui, Pesisir Barat (Pesibar).

Warga yang setiap hari melintas dari Liwa ke Krui, Muzani, (50) mengatakan kondisi truk Fuso bermuatan minyak sawit (kernel) tersebut terbalik. Menurutnya, kejadian itu bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Beberapa bulan lalu, satu unit truk tangki bermuatan solar juga terbalik di lubang yang sama di pinggir jalan di tempat itu. 

"Pemerintah seharusnya bertanggung jawab terhadap Jalan Liwa Krui, memprioritaskan pelebaran jalan yang nyaman. Sebab ini satu-satunya jalur darat yang bisa dilewati truk, bus antarprovinsi yang menghubungkan Pesibar dan Lambar. Usia jalan di jalur ini juga sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu," kata Muzani ditemui di lokasi, Senin, 15 Agustus 2022.  

Dia berharap pihak terkait segera menangani ruas jalan nasional lintas Krui-Liwa yang amblas. Sebab bukan hanya satu atau dua titik, melainkan ada sejumlah titik yang amblas.

"Jangan menunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Ini kan bahaya apalagi jalan nasional setiap hari mobilitas antarkabupaten bahkan Provinsi. Jadi, segera diperbaikilah kasihan pengendara melintas," ujar Muzani.

Baca juga: Akibat Rem Blong, Truk Terbalik di Jalinbar Pekon Kerbangdalam Pesisir Barat

Di sisi lain, Pengemudi Fuso, Ami (30) mengatakan peristiwa truk terbalik tersebut terjadi pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu kendaraan yang dikemudikan Ami berpapasan dengan satu unit kendaraan pribadi. Saat tiba di lokasi, kendaraan yang datang dari arah berlawanan tersebut tidak mau mengalah.

"Sebenarnya kalau dia ngalah saya bisa aja lolos. Tetapi dia terus aja, posisi jalan yang tidak terlalu lebar di tikungan tepat di titik jalan amblas. Jadi, saya enggak bisa ngelak ban belakang terjebak dan terperosok sampai terbalik seperti ini. Tapi, alhamdulilah saya masih selamat," kata dia ditemui di lokasi Senin, 15 Agustus 2022.

Ami yang merupakan warga asli Lampung Tengah tersebut menjelaskan  dirinya berangkat dari Bengkulu berbatasan dengan Padang, membawa kernel seberat 15 ton yang akan diantar menuju Metro. Ami beriringan dengan empat kawannya yang lain tapi mereka sudah lebih dulu. Dia juga sudah menghubungi pihak perusahaan untuk mengevakuasi barang. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait