trisaktiNKRI

Trisakti Ajak Masyarakat Menjaga Keutuhan NKRI

Trisakti Ajak Masyarakat Menjaga Keutuhan NKRI
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memprihatinkan. Hal itu dinyatakan oleh Kelompok Trisakti Untuk Indonesia (TUI). Untuk itu mereka mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima Lampost.co, Minggu 15 November 2020, TUI menyatakan keprihatinan itu terutama terhadap ketidakberdayaan penegakan hukum dalam beberapa hari ini. Kemudian diokupasinya jalanan umum, dirusaknya fasilitas umum milik bersama, dan tidak adanya jaminan kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang dalam beberapa hari ini sedang meningkat kembali.

"Ketidakberdayanya aparat negara dalam menyikapiperbuatan, tindakan dan kegiatan yang dilakukan beberapa orang yang mengumpulkan massa tanpa memperhatikan protokol kesehatan, keselamatan dan tidak dihargainya hak warga masyarakat lainnya," kata wakil TIU Muhanto Hatta dalam rilisnya itu.

Selain itu, mereka juga prihatin atas hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala daerah dan beberapa aparat negara. Hal itu terutama aparat Polri dan BNPB yang bertanggungjawab khususnya di DKI Jakarta dengan membiarkan kegiatan mengarah pada perusakan, pengumpulan massa dan menyusahkan warga lain.

"Kami jugta prihatin atas ujaran-ujaran tanpa didasari nilai-nilai Pancasila dan Kontitusional. Sehingga berpotensi menimbulkan perpecahan, persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Untuk itu, (TUI) mempertanyakan kemana hak dan kewajiban sebagai warga negara yang selama ini patuh terhadap peraturan-peraturan yang dibuat negara.  Sebab negara dalam hal ini tidak dapat menjamin, mengendalikan, dan melindungi warganya.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat sebagai anak bangsa untuk bersama-sama tetap menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI, bersatu sebagai bangsa yang memiliki budaya yang santun, toleransi, menghormati supremasi hukum dan melawan segala bentuk hujatan atau ujaran kebencian," katanya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait