#Covid-19Indonesia#zonasi#zonamerah

Tren Zonasi Risiko Covid-19 Indonesia Memburuk

Tren Zonasi Risiko Covid-19 Indonesia Memburuk
Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat jumpa pers virtual tentang perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis, 22 Juli 2021. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan terjadi tren buruk pada perkembangan zonasi risiko tingkat kabupaten/kota secara nasional dalam tujuh hari terakhir.

Wiku mengungkapkan, saat ini terdapat 180 kabupaten/kota yang berstatus zona merah. Jumlah itu didominasi dari tiga provinsi di Pulau Jawa yakni 33 daerah di Jawa Timur, 29 daerah di Jawa Tengah, dan 21 daerah di Jawa Barat.

"Ini menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi Covid-19," ungkapnya dalam jumpa pers virtual tentang perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Kamis, 22 Juli 2021.

Terkait hal itu, ia menyampaikan pemerintah akan melakukan penilaian yang tegas untuk melakukan relaksasi pasca 25 Juli mendatang. Pemerintah juga telah menentukan sejumlah indikator untuk penentuan daerah yang akan diberikan relaksasi.

"Relaksasi bergantung dengan penambahan jumlah kasus, angka kematian, dan angka keterisian tempat tidur isolasi. Kemudian sistem manajemen dua arah dan swasta," tambahnya.

Kemudian pemerintah juga akan menjadikan aspirasi dan perilaku masyarakat selama pengetatan PPKM sebagai salah satu indikator. Tidak hanya itu dampak sosial ekonomi juga menjadi indikator pemberian relaksasi khususnya dari kalangan masyarakat menengah kebawah dan pelaku UMKM.

"Tapi yang perlu diingat melakukan relaksasi bukan menghapuskan kebijakan PPKM yang sebelumnya, tetap menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di setiap daerah," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait