#EKBIS#BERITALAMPUNG

Transaksi Dana Fintech Lending Lampung Diprediksi Terus Bergeliat

Transaksi Dana Fintech Lending Lampung Diprediksi Terus Bergeliat
Alur dana fintech di Lampung diunduh Kamis, 17 Februari 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Prospek fintech peer to peer lending atau meminjam uang melalui online secara resmi diprediksi akan terus bergeliat. Kegiatan dinilai mampu berkontribusi untuk menumbuhkan ekonomi daerah.

Fintech lending atau peer-to-peer lending (P2P lending) adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur/lender (pemberi pinjaman) dan debitur/borrower (penerima pinjaman) berbasis teknologi informasi. Fintech lending juga disebut sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Direktur Lahan Sikam, Ade Sumaryadi mengatakan prospek pinjaman online resmi atau bidang pembiayaan Peer to Peer Lending di Lampung prospeknya bagus. Apalagi ditengah pandemi covid-19 yang menuntut geliat usaha harus kreatif agar pertumbuhan ekonomi tetap bisa bangkit.

"Alhamdulilah prospek saat ini dan ke depannya bagus. Apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini dimana aktivitas pinjaman konvensional yang saat ini banyak dilakukan secara terbatas," katanya di ruang kerja, Kamis, 17 Februari 2022.

Lahan Sikam merupakan platform penyelenggara peer to peer lending yang mempertemukan antara Pemilik Dana (Lender) dengan Peminjam (Borrower). Sudah 4 tahun perusahaan StartUp Financial Teknologi lokal Lampung yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihaknya memiliki 2 produk pendanaan yakni pendanaan usaha usaha kecil menengah atau mikro dan pendanaan para petani serta peternak.

"Secara project saat ini ada sekitar 8 ribuan terdanai dengan jumlah borrower masih sekitar 4.726 dan jumlah lender aktif ada sekitar 647. Kalau untuk jumlah dana penyaluran sampai akhir Desember 2021 kemarin mencapai Rp112 Miliar dan saat ini bergerak di angka Rp126 Miliar," ujarnya. 

Secara nasional, sampai 3 Januari 2022, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang berizin di OJK adalah sebanyak 103 perusahaan fintech lending yang seluruhnya telah memiliki status berizin. OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah berizin dari OJK. Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang Anda terima.

"Saat ini OJK telah melakukan moratorium perizinan fintech lending untuk evaluasi kepatuhan dan tata kelola fintech. OJK melalui Satgas Waspada Investasi bersinergi dengan Kementerian/Lembaga terus berantas pinjaman online ilegal. Sampai dengan saat ini, telah ditutup 3.784 pinjaman online ilegal," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait