#gunungberapi#internasional

Tonga Terisolasi 2 Pekan, Erupsi dan Tsunami Juga Berdampak di 3 Negara

Tonga Terisolasi 2 Pekan, Erupsi dan Tsunami Juga Berdampak di 3 Negara
Foto satelit milik Jepang memperlihatkan erupsi gunung berapi bawah laut yang memicu gelombang tsunami di Tonga, 15 Januari 2022. AFP


Nuku'alofa (Lampost.co) -- Membutuhkan waktu hingga dua pekan ke depan untuk memperbaiki jaringan telekomunikasi dan internet di Tonga yang terputus akibat erupsi gunung berapi bawah laut pada Sabtu kemarin. Erupsi yang memicu gelombang tsunami itu memutus kabel optik bawah laut di Tonga.

"Kami mendapatkan informasi yang tidak jelas, tapi sepertinya kabel (bawah laut di Tonga) terputus," kata direktur jaringan Southern Cross Cable Network, Dean Veverka, dilansir dari AFP, Senin, 17 Januari 2022.

Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Berapi Bawah Laut Ancam Kesehatan Warga Tonga

"Untuk memperbaikinya bisa memakan waktu hingga dua pekan. Kapal pemasang kabel terdekat berada di Port Moresby (ibu kota Papua Nugini)," lanjut dia.

Southern Cross membantu Tonga Cable Limited yang memiliki kabel sepanjang 872 kilometer penghubung Tonga dengan Fiji. 

Awalnya, komunikasi di Tonga terputus karena pemadaman listrik yang terjadi usai erupsi gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai. Namun setelah aliran listrik dipulihkan, baru diketahui kabel bawah laut dekat Tonga terputus.

Tonga sebelumnya juga pernah terisolasi selama dua pekan pada 2019. Kala itu, sebuah jangkar kapal memotong kabel dan layanan satelit kecil yang dioperasikan secara lokal. 

Selandia Baru, tetangga Tonga, menyebutkan erupsi dan tsunami menyebabkan kerusakan signifikan di negara pulau tersebut. Namun sejauh ini tidak ada laporan korban tewas atau luka akibat erupsi dan tsunami di Tonga.

Sementara itu, ketua parlemen Tonga Lord Fakafanua meminta bantuan darurat berupa makanan dan air minum. Permintaan disampaikan via media sosial di saat sebagian besar jaringan telekomunikasi di sana masih terputus.

"Komunikasi masih terputus dan dampak penuh terhadap kondisi masyarakat dan properti di seantero negeri belum diketahui," sebut Lord Fakafanua.

"Apa yang kami ketahui adalah Tonga membutuhkan bantuan darurat untuk memastikan kebutuhan makanan dan air minum terpenuhi di kalangan warga," sambungnya.

Selain Tonga, sejumlah negara lain terkena imbas erupsi. Dilansir dari program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Senin, 17 Januari 2022, tiga negara sekitar paling merasakan dampak tsunami Tonga, yaitu:

1. Peru

Daerah pesisir pantai kota Pisco dihantam ombak dan banjir pada Sabtu waktu setempat, 15 Januari 2021. Akibat tragedi tersebut, dua perempuan tenggelam terseret ombak di Pantai Lambayeque bagian utara. 

Di lokasi lain, banjir rob juga merendam sebuah restoran di penginapan wisatawan. Warga setempat dan turis yang tengah berlibur lantas langsung mengevakuasi diri dengan menjauhi bibir pantai.

2. Amerika Serikat

Erupsi gunung bawah laut di Tonga membuat peringatan dini tsunami di California berbunyi. Pemerintah setempat menutup beberapa pantai dan mengimbau warga di pesisir untuk mengevakuasi diri. Penutupan pantai ini karena naiknya permukaan air.

Tak hanya itu, badan prakiraan cuaca setempat juga memprediksi tsunami terparah dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun bakal mengancam West Coast. Gelombang tsunami diperkirakan mencapai ketinggian beberapa meter di pantai dan pelabuhan di San Francisco, Santa Cruz, dan daerah pesisir lainnya.

Warga disarankan untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi, menjauhi pantai, dan wilayah yang menjadi jalan masuknya air.

3. Jepang

Puluhan warga di Iwate, Jepang, dievakuasi dari rumah mereka lantaran pemerintah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini juga berdampak pada terganggunya mobilitas transportasi umum di Jepang.

Sebelum peringatan tersebut dikeluarkan, tsunami setinggi 1,2 meter menerjang Amami, pulau di bagian selatan Jepang, pada Sabtu, 15 Januari 2022, tengah malam. 

Selain negara-negara tetangga, tsunami Tonga juga berdampak pada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara Pasifik tersebut. Hingga Minggu, 16 Januari 2022, KBRI Wellington mengonfirmasi lima WNI di Tonga pada saat kejadian berlangsung. Kelimanya diketahui tinggal di Nuku’alofa. 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait