#PENGANIAYAAN#BERITABANDARLAMPUNG

Tolak Jadi Saksi, Ketua LBH Pro Yustisia Dianiaya Tetangga

Tolak Jadi Saksi, Ketua LBH Pro Yustisia Dianiaya Tetangga
Korban saat divisum/IST


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menolak menjadi saksi terkait rencana laporan tetangganya,  Rendica Roverta (30) warga perumahan Bukit Kemiling Permai Blok P RT 12 Kemiling Kota Bandar Lampung, yang juga Ketua LBH Pro Yustisia menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya, Rabu, 18 Februari 2021 malam.

Akibat peristiwa tersebut, ia mengalami luka pada leher dan juga berdampak terhadap psikologi anaknya yang masih kecil yang kebetulan melihat dan mendengar peristiwa nahas tersebut. Bahkan, korban hampir ditikam senjata tajam oleh pelaku berinisial DD. 

Didampingi kuasa hukumnya, Supriyanto dari kantor Hukum WFS dan rekan, Rendica melapor ke Polresta Bandar Lampung dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1/414/II/2021/LPG/SPKT/RESTA BALAM pada Rabu, 17 Februari 2021 malam.

"Kejadian itu telah kami laporkan ke Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung pada malam itu. Kami juga sudah lakukan visum et revertum atas petunjuk pemeriksa kepolisian," ujar Supriyanto di Mapolresta, Kamis 18 Februari 2021.

Ia menjelaskan kronologi penganiayaan tersebut bermula saat DD meminta korban menjadi saksi antara DD dan orang lain yang ribut. Perkara itu berujung pada DD yang hendak dilaporkan ke Polsek Tanjungkarang Barat.

Karena diarahkan bakal memberikan keterangan tidak sesuai fakta yang sebenarnya, korban menolak. Menurutnya, DD diduga sudah beberapa kali hendak melukai korban.

Supriyanto menerangkan pelaku pernah menghalangi laju kendaraan mobil korban bersama anak dan istrinya dengan mobil pelaku di jalan gang depan rumah pelaku. Pagi sebelum kejadian, pelaku sempat meneriaki korban didepan rumah korban dengan perkataan kotor yang coba memancing emosi korban. 

"Pelaku berteriak dengan mengatakan kurang ajar kamu ya," ungkap pengacara korban.

Supriyanto melanjutkan saat malam tiba, pelaku membawa senjata tajam menghampiri korban untuk berusaha melukai dengan mencekik dan mencoba mengayunkan senjata tajam kepada korban. Namun, hal itu gagal dilakukan.

"Kami meminta aparat penegak hukum agar mempercepat proses penanganan perkara dan pelaku segera ditangkap dan ditahan," paparnya.

Pada bagian lain, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami cek LP dan lakukan penyelidikan, laporan baru semalam," ujar Resky di ruang kerja, Kamis, 18 Februari 2021.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait