#jalantol#tolsumatera#lampungmembangun#mesuji

Tol Simpang Pematang Mulai Ramai Pengendara

( kata)
Tol Simpang Pematang Mulai Ramai Pengendara
Sejumlah kendaraan memasuki gerbang Tol Simpang Pematang, Minggu, 17 November 2019. Lampost.co/Ridwan Anas

Mesuji (Lampost.co) -- Sejak diresmikan Presiden Jokowi, Jumat, 15 November 2019 lalu, kendaraan mulai ramai masuk dan keluar pintu Tol Simpang Pematang, Desa Agung Batin, Kecamatan Simpang Pematang,  Mesuji, Minggu, 17 November 2019. Namun, tidak seramai dengan kendaraan yang masuk dan keluar di pintu Tol Kayu Agung.

"Itu karena banyak kendaraan dari arah Palembang masuknya lewat Kayu Agung. Sedangkan dari Bandar Lampung melalui pintu Tol Terbanggi," kata Rivaldo (25), salah seorang petugas keamanan, kepada Lampost.co.

Pintu Tol Simpang Pematang dibuka 24 jam tanpa dipungut biaya alias gratis. "Masih gratis, Pak, kalau tidak salah hingga sebulan ke depan," ujarnya.

Dengan diresmikannya ruas Tol terpanjang ini, kondisi di Jalan Lintas Timur Sumatera wilayah Mesuji terlihat sangat lengang. Kondisi tersebut dinilai sangat ramah terhadap pengguna kendaraan roda dua.

"Biasanya truk melintas setiap 3 menit sekali, kini sangat sepi. Kami sebagai pengendara motor sangat nyaman dengan lengangnya jalan," kata Wayan, warga Kecamatan Simpang Pematang.

Namun, pengakuan mengejutkan diceritakan Khairul, warga Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji. Dia yang masuk lewat pintu Tol Simpang Pematang dan keluar di Pintu Tol Kayu Agung mengaku sempat dimintai uang oleh oknum setempat.

Alasannya, jika Khairul dianggap tidak terdata masuk dari pintu tol mana. "Dari Pintu Tol Simpang Pematang saya masuk menggunakan kartu tol menuju Palembang, kemarin sore. Di Kayu Agung pintu tol tidak bisa dibuka meski saya sudah menempelkan kartu. Lalu petugas di sana mengklaim jika saya tidak terdata masuk dari pintu tol," ujarnya.

Dia sempat dimintai uang hingga Rp250 ribu. Namun, Khairul menolak dengan alasan jika tol masih gratis.

"Saya sempat ribut di sana, namun saat manajer di sana datang, dan mengatakan jika saya memang terdata masuk dari tol Simpang Pematang. Akhirnya saya tidak jadi memberikan uang. Namun banyak dari  pengendara lain mengaku sudah memberikan uang kepada oknum setempat hingga Rp300 ribu," katanya lewat sambungan telepon.

 

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar