#wapres#ormas#beritalampung

Tokoh Lampung Sambut Baik Pertemuan Wapres dan Ormas

Tokoh Lampung Sambut Baik Pertemuan Wapres dan Ormas
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Tosiani


Bandar Lampung (Lampost.co) – Tokoh Lampung meyambut baik agenda pertemuan antara Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan 36 ormas Islam di kediaman Wapres Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis Malam, 28 November 2019.  Pertemuan itu menghasilkan 6 poin untuk menjaga bangsa indonesia dan dipertahankan bersama.

Ketua PW Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung, Moh Mukri mengatakan wapres ingin menyamakan persepsi dan frekuensi bersama ormas islam. Tujuannya agar tidak terjadi salah paham antar umat yang bisa memimbulkan masalah sosial.

"Saat ini era destruksi, banyak orang yang bukan ahli tapi mengaku-ngaku ahli. Oleh karena itu semangat persatuan dan kesatuan harus terus di pegang teguh," katanya kepada Lampost.co, Jumat, 29 November 2019.

Menurutnya, situasi aman, damai, kondusif, dan harmonis harus digelorakan dan diamalkan. Semangat Bhineka Tunggal Ika pun mesti dipegang teguh. Saling menghormati antar sesama juga terus dikedepankan.

"Perkembangan zaman yang begitu cepat harus diimbangi dengan sikap masyarakatnya yang mulai cerdas. Jangan sampai diksi-diksi yang tak baik digaungkan. Suasana kondusif dan aman harus diciptakan," kata Rektor UIN Raden Intan ini.

Sekretaris PW Muhammadiyah Provinsi Lampung, Sudarman menanggapi positif atas agenda pertemuan tersebut. Sebagai warga negara indonesia harus mengedepankan persatuan dan kesatuan.

"Pertemuan itu baik dan insyaAllah bermanfaat. Memang membangun bangsa ini harus bersama. Tidak boleh sendirian. Sebagai pemimpin bangsa, wapres perlu mengumpulkan seluruh elemen bangsa untuk menyamakan pandangan dalam rangka membangun bangsa," katanya.

Sementara, Ketua MUI Lampung, Khairuddin Tahmid mengatakan semua umat harus menjaga kondusifitas kehidupan sosial dan politik. Serta memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Perlu semangat yang kuat untuk menjaga kesetiaan kepada Pancasila, UUD NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian mempererat tali silaturahmi sesama anak bangsa harus dijunjung tinggi guna mewujudkan persatuan dan kesatuan.

"Dalam setiap aktifitas sosial masyarakat, menjauhi pertengkaran, caci-maki, saling menghujat, perpecahan, pertikaian, dan tindakan lain yang dapat mengganggu dan mencederai ketentraman dan harmoni sosial dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersikap dan bertindak lebih bijak dalam memahami serta menyikapi berbagai informasi yang beredar. “Masyarakat senantiasa perlu melakukan klarifikasi/tabayyun dan tidak melakukan aksi-aksi melawan hukum yang kontraproduktif,” paparnya.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait