#danadesa#indralokajaya

Tiyuh Indraloka Jaya Tingkatan Stimulus Ekonomi Warga

Tiyuh Indraloka Jaya Tingkatan Stimulus Ekonomi Warga
Tiyuh Indraloka Jaya Tingkatan Stimulus Ekonomi Warga. (Foto:Lampost-Sobirin)


PANARAGAN (Lampost.co)-- Dana Desa (DD) di Tiyuh Indraloka Jaya, Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), dimanfaatkan untuk program stimulus meningkatkan ekonomi warga.

Pencarian tahap pertama sebesar Rp215.000.000 tersalurkan kepada seratus keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat sebagai penerima bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT-DD).

Program stimulus ketahanan pangan direalisasikan melalui pengadaan hewan ternak kambing yang diharapkan dapat meretas kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat berkelanjutan.

Hal itu dipaparkan, Kepala Tiyuh Indraloka Jaya, Romli, saat Lampung Post, mengunjungi tiyuh yang berada di perbatasan antara kabupaten Tubaba, Tulang Bawang dan Mesuji ini, Selasa, 5 Juli 2022.

" Telah kami bagikan dana BLT tahun 2022, kepada 100 KPM, masing-masing menerima sebesar Rp300.000 per KK, untuk bulan Januari s.d Juni kepada 100 KPM, yakni warga dengan ekonomi menengah ke bawah yang tidak tercatat sebagai penerima bansos dari lainnya," ujarnya.

Terkait program pembelian dan pembagian ternak kambing untuk warga, Romli, menjelaskan bahwa program itu atas dasar permintaan dari masyarakat yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Tiyuh (APBT) 2022.

“Sudah kami realisasikan ditahap pertama, jumlah keseluruhan 44 ekor, kami bagikan kepada 44 KK,” kata Romli.

Ia berharap, adanya program tersebut bisa membantu perekonomian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan khususnya bagi warga terdampak Covid-19. “Kami berharap program ini dapat berkelanjutan,” ujar dia.

Mendampingi Kepalo Tiyuh, Sekertaris tiyuh setempat, Saidin, menjelaskan realiasi DD di tiyuh Indraloka Jaya tahun 2022 tidak lepas dari ketentuan Perpres Nomor 104 Tahun 2021, pasal 5 ayat (4) penggunaan Dana Desa Tahun 2022.

"Mengacu pada itu, tahun ini dalam APBT Dana Desa tiyuh Indraloka Jaya sebesar Rp. 899.309.000, diatur penggunaannya sebagai berikut, BLT 100  KPM  40 %, Penyelengara  Covid-19  8%, pemulihan ekonomi 20%, penyelenggaraan pemerintahan dan Pemberdayaan dan pembinaan 32%," ujarnya.

Di pencarian tahap kedua pekan ini, Dana Desa sebesar Rp215.000.000 dimanfaatkan untuk Pembangunan infrastruktur jalan usaha tani sepanjang 3400 meter berada di jalan  peladangan suku 1,2,3 d 5,  yang sebelumnya kondisinya rusak parah, sehingga menghambat akses perekonomian dan pertanian warga sekitar.

Pembangunan jalan tersebut oleh warga disambut gembira. Sebagaimana diungkapkan Jemani (55), ketua RT 03 RW 01. Menurut dia, selama ini warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar untuk menjual hasil panen.

"Dengan adanya pembangunan jalan ini, warga tak perlu memutar sehingga jarak tempuh semakin dekat dan tidak butuh waktu lama untuk menjual hasil tani," ujarnya.

Pembukaan badan jalan usaha tani diharapkan, akses perekonomian masyarakat tiyuh semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian tiyuh, Jemani, membenarkan selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala dan turut andil terhadap tingginya biaya produksi pertanian.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait