#kpk#unila

Titip Menitip Jalur Mandiri Unila Sejak 2020

Titip Menitip Jalur Mandiri Unila Sejak 2020
Rektor Nonaktif Unila, Karomani, saat menjadi saksi terkait sidang suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila, Andi Desfiandi, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 30 November 2022. Lampost.co/Zainudin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rektor Nonaktif Universitas Lampung (Unila), Prof Karomani, menyebut praktik titip-menitip calon mahasiswa lewat jalur mandiri sejak awal kepemimpinannya pada 2019-2023. Namun, praktik dengan menyumbang sejumlah uang dimulai pada 2020.

Karomani mengatakan uang tersebut secara sukarela diberikan orang tua atau pihak yang membawa calon mahasiswa dengan sumbangan mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

"Sejak 2020 mulai ada," ujar Karomani, saat menjadi saksi dalam sidang suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila atas terdakwa Andi Desfiandi di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 30 November 2022.

Dia membantah syarat masuk Unila harus memberikan sejumlah uang agar diluluskan."Mereka yang mau berinfak untuk pembangunan LNC," katanya.

Sementara itu, saksi Mualimin mengatakan syarat masuk jalur mandiri Unila memiliki infak untuk pembangunan LNC.

"Saya mengartikannya begitu. Saya juga menitipkan keponakan saya tetapi gak lulus karena gak kasih apa-apa," ujarnya.

Mualimin hanya diperintahkan Karomani mengambil uang dari berbagai sumber yang lulus masuk Unila sejak 2020. Dia menerima uang Rp650 juta dari H, M sekitar ratusan juta rupiah, AG Rp100 juta, dan H Rp200 juta.

Kemudian DR berupa kursi untuk furniture LNC pada 2022, AM 250 juta, Ciduy alias Hengki Rp150 juta, dan Budi Rp110 juta dan 48 juta.

"Semuanya diberikan kepada Karomani dan saya tidak dapat apa-apa," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait