#tipslebaran

Tips Berlebaran dengan Aplikasi Digital

( kata)
Tips Berlebaran dengan Aplikasi Digital
Silaturahmi digital dengan aplikasi bisa tetap mempertemukan kita dengan sanak keluarga dan saudara. Foto Ilustrasi. Dok. Pexels.com

Jakarta (Lampost.co) -- Situasi saat ini adalah situasi yang berbeda dengan adanya pandemi covid-19 yang telah terjadi di lebih dari 200 negara di dunia. Bukan hanya Anda atau kita, tapi semua orang di dunia merasakan hal yang sama.

Untuk umat Muslim yang sebentar lagi merayakan Lebaran 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020, dirasakan menjadi Lebaran dengan sentuhan yang berbeda. Sebelum memasuki tips, ada sedikit perenungan agar hati Anda tak terlalu gusar karena tak jumpa secara fisik dan tak bisa pulang ke kampung halaman.

Ini soal pernahkah Anda berpikir pandemi ini juga rahasia alam yang tak bisa kita kontrol? Dan, apakah juga pernah Anda berpikir jika pandemi ini terjadi pada 70, 80 atau 90-an, masa di mana smartphone dengan LCD besar belum ada? 

Mungkin bisa jadi dampaknya akan lebih dahsyat lagi. Perjumpaan melalui layar kaca menjadi mustahil. Hanya seruan suara dan kata-kata melalui SMS tanpa raut wajah. Jadi, di momen Lebaran ini masih ada hal yang tetap kita harus bisa syukuri, yaitu nikmat sehat dan pertalian persaudaraan kita tetap terjaga melalui berbagai aplikasi digital.

Nah, berikut ini hal yang bisa Anda lakukan saat berlebaran melalui aplikasi digital Zoom.

1. Beri tahu grup saudara
Hal yang bisa Anda lakukan sebelum hari H Lebaran adalah memberi tahu anggota keluarga dan saudara Anda ingin melakukan silaturahmi berlebaran di aplikasi Zoom. Ini juga menghindari saudara yang belum men-download aplikasi tersebut agar segera mengunduhnya. Tentukan juga sekiranya silaturahmi Zoom akan dilakukan pada jam berapa serta setujui bersama.

2. Lakukan latihan
Tak perlu malu untuk bertanya pada teman atau saudara tentang bagaimana untuk ikut join meeting atau menjadi host meeting. Pelajari juga beberapa caranya sudah ada di YouTube. Bantu mereka untuk bisa ikut join meeting Zoom.

3. Saat Lebaran
Saat Lebaran tiba, pastikan Anda bersiap diri. Termasuk juga berdandan natural dan memakai baju yang rapi. Jika ada pertanyaan memangnya mau ke mana berbaju rapi? Tak perlu dengan baju baru, tapi ini bagian dari menghargai sesama.
 
Baju rapi menurut psikolog anak, remaja, dan keluarga, Efnie Indrianie, dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, Bandung, sebenarnya tidak hanya sekadar membuat kita lebih nyaman dan percaya diri, namun juga pihak yang berhadapan dengan kita merasa lebih dihargai.
 
"Tidak jarang juga, penilaian pertama tentang kepribadian kita dilihat dari apa yang kita tampilkan di hadapan orang lain," ujar psikolog yang ramah ini.

Dia menambahkan hal yang perlu diingat adalah makna filosofi dari Idulfitri adalah kesederhanaan atau bersahaja.

"Berdandanlah sewajarnya karena ini juga akan membuat tidak ada kesenjangan antara satu dan yang lainnya. Dengan berpenampilan wajar dan seadanya juga meringankan kita sehingga kita tidak memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang baru dan justru menjadi tekanan psikologis yang baru."

"Dan, kita tinggal memanfaatkan pakaian dan barang yang memang sudah ada," katanya.

4. Abadikan momen
Di saat berlebaran dengan cara seperti ini, tentu saja merupakan hal yang baru dan belum pernah. Jangan sia-siakan perjumpaan dengan keluarga besar, segera abadikan momen ini untuk menjadi sharing cerita yang bisa kita berikan pada anak dan cucu kita nantinya. Ini merupakan kenang-kenangan momen bersejarah. Dan kita berdoa tak akan ada pandemi lagi serta kondisi saat ini segera membaik.

5. Bercerita tentang kue Lebaran atau momen unik saat Lebaran
Yang ditunggu-tunggu pada saat Lebaran juga adalah khas masakan keluarga kita. Jangan ragu untuk sharing momen di mana Anda kangen masakan khas Surabaya, Yogyakarta, atau Aceh, atau tempat asal Anda.

Utarakan cerita lainnya juga semisal selama WFH ini Anda mengerjakan apa saja, missed puasa berapa kali dan sebagainya, layaknya Anda sedang bertemu langsung dengan keluarga Anda. Bedanya hanya saat ini berupa versi visual dan suara.

Setelah selesai jangan lupa akhiri dengan berdoa dan pengharapan masing-masing. Ibu bisa memberikan pesan pada anak, atau kakak bisa memberikan wejangan pada sang adik di luar kota, atau berencana wisata keluarga bersama jika pandemi telah reda, atau lainnya. Selamat mencoba ya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar