#Covid-19#Covid-19indonesia

Tiongkok Terapkan Tes Swab Anal, Ini Respons Kemenkes

Tiongkok Terapkan Tes Swab Anal, Ini Respons Kemenkes
Tes swab terhadap petugas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020. Foto: Medcom.id/Christian


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai tes swab Covid-19 melalui hidung dan tenggorokan sudah efektif. Tes swab melalui anal atau dubur belum mendesak dilakukan.

“Saat ini cukup dengan pemeriksaan swab di hidung dan tenggorokan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Medcom.id, Sabtu, 30 Januari 2021.

Menurut dia, tes swab melalui dubur berfungsi untuk menemukan covid-19. Namun, tes swab melalui hidung dan tenggorokan juga efektif melacak virus berbahaya itu.

“Dengan pemeriksaan yang ada saat ini kita dapat identifikasi (covid-19),” terang dia.

Senada, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menilai tes swab anal belum perlu dilakukan di Indonesia. Tidak ada argumen ilmiah yang kuat untuk menerapkan metode tersebut.

Dicky mengatakan tes swab melalui hidung dan mulut saja sudah menimbulkan efek tak nyaman. Tes anal diyakini membuat seseorang lebih terganggu.

“Jangankan tes anal, swab hidung dan mulut saja kita masih berjibaku,” papar Dicky kepada Medcom.id.

Tiongkok telah mulai menggunakan metode tes swab melalui anal kepada pasien suspek covid-19. Metode ini dilakukan kepada mereka yang dianggap berisiko tinggi tertular virus korona.

Keputusan ini sontak mengundang perhatian besar dari warga setempat. Namun, dokter memastikan metode ini lebih efektif dalam mendeteksi virus korona.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait