#pilkada#wabahcovid-19#beritalampung

Tingkat Kepercayaan Publik Jadi `PR` Pilkada di Tengah Pandemi

Tingkat Kepercayaan Publik Jadi `PR` Pilkada di Tengah Pandemi
Forum Diskusi Online Kebiasaan Baru Lampung Post dengan tema Disiplin Kolektif 3M saat Kampanye, Rabu, 25 November 2020.


Bandar Lampung (Lampost.co): Banyak pihak meragukan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020. Pasalnya dari 8 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak di Lampung, sebanyak 2 daerah diantaranya adalah berzona merah, 5 zona oranye, dan 1 zona kuning covid-19.

Akademisi FISIP Unila, Arizka Warganegara, mengatakan sejak awal yang menjadi sorotan adalah kesanggupan SDM penyelenggara dan pengawas Pilkada. Menurutnya, untuk menjalankan tugas pokok saja selama ini tidak maksimal.

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, hampir 50 persen masyarakat tidak saling percaya terkait protokol kesehatan. Menurutnya hal itu bisa berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat.

Baca juga: Butuh Kekompakan Cegah Klaster Covid-19 Pilkada

"Ini yang menjadi PR besar, bagaimana membuat masyarakat agar percaya untuk datang ke TPS saat pemilihan nanti," kata dia, Kamis, 25 November 2020.

Hal itu disampaikan dalam Forum Diskusi Online Kebiasaan Baru Lampung Post dengan tema Disiplin Kolektif 3M saat Kampanye, Rabu, 25 November 2020.

Menurutnya kesadaran protokol kesehatan juga masih belum tinggi. Hingga saat ini masih minim peserta pilkada berkampanye menggunakan media sosial.

Padahal, kampanye yang dilakukan secara tatap muka lebih memiliki risiko menjadi tempat penularan. Selain itu, kampanye via media sosial juga lebih hemat biaya.

"Masih sedikit kandidat yang menggunakan medsos untuk kampanye. Padahal medsos lebih efektif dan aman untuk berkampanye," tuturnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait