KBtulangbawang

Tingkat Kematian Ibu Tinggi Saat Melahirkan Anak Ketiga

( kata)
Tingkat Kematian Ibu Tinggi Saat Melahirkan Anak Ketiga
Caption: Kepala BKKBN-RI Hasto Wardoyo saat tiba di Kabupaten Tulangbawang.

MENGGALA (Lampost.co) -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) Hasto Wardoyo memperkenalkan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana) di Kabupaten Tulangbawang.

Ia menjelaskan, sebelumnya Banggakencana disebut Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Namun, lantaran KKBPK dianggap kurang merakyat dan diingat, program tersebut diubah menjadi Banggakencana.

Kata Hasto, berdasarkan data-data ilmiah angka kematian ibu lebih tinggi saat melahirkan untuk ketiga, keempat atau kelima kalinya. Selain itu, risiko kematian bayi juga meningkat di anak ketiga dan seterusnya.

"Makanya dua anak lebih sehat," kata Hasto saat memberikan sambutannya dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2020 di GSG Menggala, Rabu, 16 September 2020.

Dia menjelaskan, penyebab tingkat kematian ibu lebih tinggi saat melahirkan bayi ketiga dan seterusnya, karena kondisi rahim lebih kendur dibandingkan saat hamil pertama dan kedua.

"Itu sebabnya kalau ibu yang melahirkan bayi ketiga, keempat dan seterusnya lebih sering tidak tertolong," katanya. 

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar