#GunungAnakKrakatau#PVMBG

Tinggi Kolom Abu Gunung Anak Krakatau Mencapai 2.157 mdpl

Tinggi Kolom Abu Gunung Anak Krakatau Mencapai 2.157 mdpl
dok PVMBG


Kalianda (lampost.co)-- Gunung Anak Krakatau kembali meletus. Kolom abu berwarna hitam dengan  intensitas tebal condong ke arah utara dengan ketinggian mencapai 2 km, pada Rabu 29 Juni 2022, sekitar pukul 16.51.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, PVMBG, Pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, sepanjang hari Rabu 29 Juni 2022, terekam di seismogram sebanyak 8 kali meletus dengan amplitudo 40-60 mm, durasi : 19-116 detik.

Sedangkan hembusan, tercatat sebai 10 dengan amplitudo 15-50 mm, durasi  20-70 detik, low frekuensi sebanyak 53 kali, dengan amplitudo  7-45 mm, durasi : 4-15 detik, hybrid atau fase banyak terjadi 1 kali, dengan amplitudo  11 mm, S-P : 0 detik, durasi : 8 detik.

Baca Juga : Meletus 3 Kali dalam Semalam, Kolom Abu GAK Capai 1.000 Meter

Vulkanik dangkal terjadi 32, kali, dengan amplitudo : 7-39 mm, durasi : 4-13 detik,  vulkanik dalam sebanyak 1 kali, dengan amplitudo :40 mm, S-P : 1.7 detik, durasi : 24 detik, tektonik lokal terjadi 3 kali dengan amplitudo : 49-58 mm, S-P : 6-7.4 detik, Durasi : 35-40 detik.

Tinggi kolom abu akibat dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi Rabu petang kemarin merupakan yang tertinggi kurun waktu dua bulan terakhir.

"Paling tinggi kolom abu terjadi kemarin petang," kata petugas pos pemantau GAK, Suwarno di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis 30 Juni 2022.

Ia menjelaskan, secara visual, letusan Gunung Anak Krakatau yang memiliki ketinggian 157 mdpl tersebut tidak terlihat, karena tertutup kabut.

"Secara visual tidak terlihat dari pos pemantau sini, tertutup kabut," ujarnya.

Pengamatan ativitas Gunung Anak Krakatau, teramati melalui CCTV, asap berwarna putih kelabu, tipis, sedang dan tebal tinggi berkisar 50-400 meter, pada malam hari terlihat sinar api tinggi sekitar 5-15 meter.

"Teramati jelas melalui CCTV pulau Sertung dan Lava 93," kata dia.

Status Gunung Anak Krakatau masih berada di level 3 atau siaga, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah aktif radius 5Km.

"Status level 3, dilarang mendekat kawah radius 5Km," katanya.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait