#bansos#pkh#beritalampura#bantulu

Tinggal Seorang Diri, Perempuan Lansia di Desa Kemalo Abung Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

( kata)
Tinggal Seorang Diri, Perempuan Lansia di Desa Kemalo Abung Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
Pendamping program Bantulu Lampung Utara, Nusriyah, mendampingi Rosiati (80) yang menunjukkan rekening bank dikediamannya, Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, Selasa (15/9/2020).  LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO


Kotabumi (Lampost.co): Perempuan renta bernama Rosiati (80) warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Sungkai Selatan itu tampak melamun saat Lampost.co dan pendamping program bantuan lanjut usia (Bantulu) Kabupaten Lampung Utara, Nusriyah, bertandang di kediamannya, Selasa, 15 September 2020.

Dirumahnya yang sederhana berukuran 8 m × 5 m itu, Rosiati langsung menyambut dengan tersenyum. Setengah bagian bangunan depan rumah itu dibuat dengan tembok bata merah dengan plester dari semen kasar. Setengah bangunan belakang terbuat dari geribik beralaskan tanah.

Di ruang belakang merangkap ruang dapur yang hanya dihiasi figura foto keluarga dan perabotan rumah tangga yang telah usang itu, dia mengaku hidup sendiri.

"Kelima anak saya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah suaminya masing-masing. Setelah di tinggal mendiang suami, saya sekarang hidup sendiri," ujarnya lirih.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, dia menggantungkan hasil panen dari sepetak tanah pekarangan samping rumah yang di tanami singkong serta pisang. Hasil panen tanaman kebun yang dia dapat pun tidak memadai untuk menopang penghidupannya sehari-hari. 

"Kalau untuk kebutuhan makan, saya sering diberi tetangga dan juga diantar anak langsung ke rumah," kata dia.

Rosiati mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dalam bentuk apapun.

Dia pu tidak mendapatkan kucuran bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa (BLT-DD) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) selama tiga bulan mulai April--Juni 2020. Tiga bulan berikutnya Rp300 ribu dari Juli--September 2020.

Sedangkan untuk dana program bantuan lanjut usia (Bantulu) Tahun Anggaran (TA) 2020 yang disampaikan via rekening bank dari Kementerian Sosial (Kemensos), sampai saat ini uangnya tidak ia teria.

"Tidak ada transferan dana Bantulu via rekening dari Kemensos. Padahal kami berharap bantuan itu dapat segera cair untuk menopang penghidupan kami para lansia yang penghidupannya makin terhimpit karena korona," kata dia.

Di tempat yang sama, pendamping program bantuan lanjut usia (Bantulu) Kabupaten Lampung Utara, Nusriyah, mengaku pihaknya pernah mempertanyakan tentang tidak cairnya dana Bantulu itu dengan nilai kucuran dana per lansia Rp2,4 juta per tahun ke Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Utara. Namun, pihak Dinsos menjawab mulai 2020 ini, kucuran bantuan program Bantulu dari Kemensos mesti melalui yayasan atau lembaga kesejahteraan sosial (LKS).

"Kami diminta membentuk LKS serta mengajukan program itu kembali di tahun 2021. Di Lampura, program Bantulu digulirkan Kemensos mulai 2009 lalu dan jumlah lansia penerima manfaat program sebanyak 69 orang lansia serta didampingi tujuh orang pendamping program," kata dia. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar