#penganiayaan#beritalampung#pilkada

Tim Yutuber Minta Kasus Penganiayaan Diproses, Kapolresta Sarankan Damai

Tim Yutuber Minta Kasus Penganiayaan Diproses, Kapolresta Sarankan Damai
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co): Tim relawan Yusuf Kohar--Tulus Purnomo Bersatu (Yutuber) menyiapkan sekitar lima orang sebagai saksi terkait laporan mereka terhadap dugaan penganiayaan oleh salah satu ketua RT dan lurah Pengajaran, Kecamatan Telukbetung Utara.

"Tadi sudah berkoordinasi dengan pihak Polresta, ada 5 saksi yang kita siapkan dan kita sodorkan ke penyidik, yang melihat peristiwa tersebut. Kita siapkan juga visum," ujar kuasa hukum Relawan Yutuber, Ahmad Handoko, di Mapolresta Bandar Lampung, Senin, 1 September 2020.

Terkait pernyataan Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya menyarankan agar kedua belah pihak berdamai, ia mengapresiasi hal tersebut. Namun, sampai saat ini pihaknya belum ada rencana untuk mediasi dengan pihak lurah Pengajaran.

"Saran dari kepolisian yang baik pasti kita ikuti. Tapi kan baru saran, kita fokus perkara ini diproses, ditetapkan tersangka, hingga ditahan," katanya.

Terkait pelaporan lurah Pengajaran ke Polsek Telukbetung Utara, soal penganiayaan yang diduga dilakukan tim relawan Yutuber Yuliansyah, Handoko siap mendampingi.

"Saya dengar laporan juga. Tapi belum ada informasi pemanggilan ke kita, kami siap mendampingi," ujarnya.

Sementara Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan pihaknya berencana untuk mempertemukan kedua belah pihak. Namun, saling lapor tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Kita pertemukan, apakah ini mau diteruskan atau mau damai, biar kedepannya tidak ada kegaduhan dalam proses tahapan Pilkada. Kalau mereka enggak mau kita proses, mana yang bisa dibuktikan ya proses saja," ujarnya di Polresta Bandar Lampung, Senin, 1 September 2020.

Sebelumnya, terjadi saling lapor ke kepolisian antara pihak lurah Pengajaran, Telukbetung Utara dengan relawan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung, Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo yang kerap disebut Yutuber. Kejadian diduga saling pukul terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2020.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait