#Longsor

Tim SAR Masih Cari Enam Korban Longsor di Nganjuk

Tim SAR Masih Cari Enam Korban Longsor di Nganjuk
Tim SAR mengevakuasi korban tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa, 16 Februari 2021. ANTARA FOTO/Zabur Karuru


Nganjuk (Lampost.co) -- Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan masih melakukan pencarian enam korban longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan hingga Rabu, 17 Februari 2021 berjumlah 13 dalam keadaan meninggal.

"Longsor mengakibatkan 20 luka-luka. Para korban yang luka mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun longsor," kata Raditya, Kamis, 18 Februari 2021.

Dia menjelaskan tim gabungan telah mengerahkan 5 eskavator untuk membantu mempercepat pencarian korban di lokasi longsoran. Proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi hujan. Di sisi lain, jalur evakuasi melalui mobil ambulans terkendala dengan akses jalan sempit dan pergerakan orang.

"Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor menginformasikan proses evakuasi terkendala cuaca hujan di sekitar lokasi bencana. Hujan yang turun sangat berpengaruh pada kondisi tanah sehingga tim gabungan dengan cermat memantau gerakan tanah," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Nganjuk berlaku selama 14 hari pada 15-28 Februari 2021. Penetapan status ini dikeluarkan melalui SK Bupati Nomor 188 Tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di beberapa kecamatan, di wilayah Kabupaten Nganjuk dan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait