#tniad#latihanperang

Tim Sandi Yudha Rebut Kembali Stasiun Giham dalam Waktu 30 Menit 

Tim Sandi Yudha Rebut Kembali Stasiun Giham dalam Waktu 30 Menit 
Tim Sandi Yudha merebut Stasiun Giham yang disabotase agen Intel Andara dalam waktu 30 menit. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas Darat (Satgasrat) melaksanakan perpindahan pasukan dengan menggunakan moda transportasi kereta api dari Stasiun Tanjungkarang ke Stasiun Way Pisang, Selasa, 10 November 2020. Namun, di tengah perjalanan sebelum sampai di tujuan, komandan Satuan Tugas Darat (dansatgasrat) yang sedang berada di kereta api mendapat informasi dari Detasemen Intelijen kalau Stasiun Gilham telah disabotase agen Intel Andara. 

Selain itu, agen Intel Andara juga melakukan menculik petugas Stasiun Giham serta memutus sistem sinyal rel kereta api yang terletak 100 meter sebelum stasiun.

Kemudian dansatgasrat langsung gerak cepat memerintahkan masinis menghentikan kereta api dan berkoordinasi dengan Detasemen Pasukan Khusus (Denpassus) untuk melaksanakan perlawanan sabotase yang dilakukan Intel Andara.

Kemudian dengan sigap komandan Denpassus cepat memerintahkan tim Sandi Yudha untuk langsung melaksanakan perlawanan sabotase di Stasiun Giham. Tim Sandi Yudha yang terlatih dan profesional dengan langkah sigap dan tepat mampu melumpuhkan Intel Andara dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Stasiun Giham pun diambil alih dan dikendalikan dengan normal. Selain dikuasai, sistem sinyal yang semula diputus juga telah kembali normal. Selanjutnya kereta yang membawa pasukan Satgasrat dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju Stasiun Way Pisang.

Demikian dari salah satu skenario Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD Kartika Yudha TA 2020 yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan. Pada latihan ancab tersebut, Komando Pasukan Khusus mengerahkan satu desatemen, masing-masing satu tim Parako dan satu tim Sandi Yudha.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait