#lingkungan

TPS di Kampung Jering Ditutup

TPS di Kampung Jering Ditutup
TPS milik CV. Andika Wayan yang ditutup Tim Pengawasan dan Penertiban Kabupaten Lampung Selatan, Senin, 25 Januari 2021. Lampost.co/Juantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Tim Pengawasan dan Penertiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) yang terdiri dari Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan TNI melakukan penutupan terhadap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) milik CV. Andika Wayan di Kampung Jering  Desa Bakauheni, Lamsel.

Camat Bakauheni Asep Awaludin mengatakan penutupan TPS oleh Pemkab Lamsel diduga terkait soal perizinan.

"Penutupan ini dasarnya CV. Andika Wayan selaku pengelola TPS belum mengantongi izin,"ujar dia, Senin, 25 Januari 2021.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Satpol-PP Kabupaten Lamsel Sri Ngatin, mengatakan persoalan sampah di Kampung Jering, Desa Bakauheni ini sebenarnya sudah lama. Bahkan, sebelumnya telah dilakukan penutupan sementara pada September 2020 lalu. Namun, tidak diindahkan CV. Andika Wayan yang tetap beroperasi.

"Kami sangat kecewa dengan pihak CV.Andika Wayan selaku pengelola TPS ini. Sebab, belum mengantongi izin masih beroperasi. Bahkan, benner sebagai penanda penutupan sementara dihilangkan. Hal ini tentunya ada konsekuensi hukimnya menghilangkan barang bukti penutupan sementara," kata Sri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lamsel Rio Gismara mengatakan jika hendak memproses perizinan pun, pihaknya harus melihat jenis kegiatan dari setiap pengelola usaha yang mengajukan. 

"Jika CV. Andika Wayan hendak membuat periziananya tentu harus koordinasi lebih dahulu dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebab, kini persoalan sampah ada di DLH. Kami siap membantu," kata Rio. 

Di lain pihak, pemilik TPS di Kampung Jering Dobur Manalu mengaku menerima jika pengelolaan sampah tersebut harus ditutup. Akan tetapi, ia minta agar pihak-pihak terkait menunjukkan alur dalam proses mengurus perizinan TPS.

"Saya menerima TPS ini ditutup. Tapi, saya berharap petunjuk dari Pemkab Lampung Selatan, terutama untuk mengurus izinya," katanya. 

Untuk diketahui sampah yang ditumpuk di TPS milik CV. Andika Wayan ini berasal dari Kapal Roro yang dikelola oleh Gaoasdap dan sampah masyarakat sekitar. 

Selain itu, CV. Andika Wayan juga diduga telah melakukan pengerusakan terhadap dua pagar pembatas lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 05 di bawah underpass di Kampung Jering, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lamsel. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait