rapidtest

Tim Pemenangan Keberatan Terkait Saksi Paslon Rapid Test

Tim Pemenangan Keberatan Terkait Saksi Paslon Rapid Test
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Saksi pasangan calon (paslon) diharapkan agar melakukan rapid test Covid-19 terlebih dahulu sebelum datang ke TPS 9 Desember 2020 mendatang. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi cluster baru dalam Pilkada, apalagi di Kota Bandar Lampung masuk zona merah dan warga yang terkonfirmasi positif terus mengalami peningkatan. 

Menanggapi hal tersebut, ketiga ketua tim pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Bandar Lampung keberatan atas saksi Paslon di TPS diimbau rapid test Covid-19.

Ketua tim pasangan calon nomor urut satu Rycko Menoza dan Johan Sulaiman, Yuhadi keberatan atas hal tersebut. Menurutnya imbauan penyelengara agar saksi Paslon untuk rapid test memberatkan timnya. 

"Jika biaya rapid test dibebankan kepada Paslon kami keberatan sebab biaya yang akan dikeluarkan sangat besar, jika ada 1.700 TPS dikalikan biaya rapid test misalnya Rp150.000 maka butuh dana miliaran," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (3/12/2020).

Sementara itu, ketua tim pemenangan Paslon nomor urut dua Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo, Budiman AS pun keberatan. Dirinya menilai di TPS protokol kesehatan sudah sangat ketat diperlakukan. 

"Jika dibebankan kepada calon kami sangat keberatan. Tapi nanti di TPS kan mereka meriksa, kalau tensinya lebih dari 37 derajat tidak diizinkan masuk. Lebih baik seleksi waktu di TPS, jika suhu tinggi kami siap langsung menggantinya," ungkapnya. 

Terakhir ketua tim pemenangan paslon nomor urut tiga Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, Wiyadi pun senada dengan ketua tim pemenangan lainnya. Namun dirinya akan berdiskusi dengan tim terkait hal tersebut.

"Pada dasarnya kita siap mengikuti protokol kesehatan, apa yang telah ditetapkan, kita diskusikan dulu dengan calon, karena ini kan berkaitan dengan biaya, kan 1.700 TPS biayanya tidak kecil," paparnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait