#pertanian#beritalampung

Tim Khusus Dibutuhkan untuk Mengawasi Peredaran Pupuk

Tim Khusus Dibutuhkan untuk Mengawasi Peredaran Pupuk
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, Kusnardi.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong pemerintah kabupaten dan kota dapat membentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). 

Tim khusus itu untuk mengawasi peredaran pupuk di kalangan petani. Hal itu usai adanya temuan gudang pupuk oplosan di Natar.

"Kami mendorong pemerintah kabupaten/ kota untuk bentuk KP3 guna mengawasi peredaran pupuk oplosan seperti yang ditemukan berapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, Kusnardi, Jumat, 22 Oktober 2021.

Menurutnya, KP3 beranggota dari Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan kepolisian. "Provinsi punya KP3 dan wakil gubernur juga secara berkala keliling daerah. Tapi, Pemprov punya ruang terbatas jika harus cek ke lapangan satu persatu. Sehingga kabupaten/kota diimbau untuk membentuknya juga," jelasnya. 

Ia juga mengimbau kepada para petani lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih jenis pupuk. Menjelang musim tanam saat ini dikhawatirkan banyak oknum yang memanfaatkan untuk meraup keuntungan.

"Kami imbau petani harus hati-hati, karena sering terjadi nama merek pupuk yang hampir sama, tetapi dengan kualitas pupuk yang berbeda," kata dia.

Menurut Kusnardi, selain waspada terhadap pupuk oplosan, para petani juga harus mewaspadai peredaran pestisida yang kadaluarsa dan masih dijual dipasaran. 

"Lebih cermat dalam melihat dan memantau, jangan sampai dibeli baru ketahuan. Jadi harus jeli dalam memilih pestisida atau pupuk," tutup dia. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait