#literasi

Tim Gerakan Literasi Daerah Metro Dikukuhkan

Tim Gerakan Literasi Daerah Metro Dikukuhkan
Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin usai mengukuhkan tim gerakan literasi daerah di Bumi Sai Wawai dan Pencanangan Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Wali Kota Metro mengukuhkan tim gerakan literasi daerah di Bumi Sai Wawai dan pencanangan Kota Metro sebagai kota literasi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Pojok Baca Digital (Pocadi) memuat sejarah peradaban umat manusia yang menunjukkan bahwa bangsa tidak dibangun hanya dengan memanjakan kekayaan alam.

Ketua Literasi Kota Metro, Silfia Wahdi Naharani mengatakan, bangsa yang besar ialah bangsa yang membudayakan pemikiran literate yang aktif memberdayakan sumber daya manusia (SDM).

Kemudian, dengan memberdayakan kebudayaan literate untuk kehidupan berbangsa itu sangat penting dimana untuk menumbuhkan kembali motivasi membaca masyarakat.

"Masyarakat literate bukan hanya mengenai bangsa yang bebas dari buta aksara, namun yang lebih penting bagaimana bangsa memiliki kecakapan hidup, agama kukuh bersatu, dan bersaing dengan bangsa lain, untuk menciptakan kesejahteraan," kata dia, Selasa, 14 Desember 2021.

Menurutnya, kualitas sebuah bangsa dilihat dari tingkat keberhasilan SDM nya.

"Dengan budaya literasi ini, menunjukkan kemampuan bangsa dalam berkompetisi dan berfikir kritis, sehingga mampu memenangkan kontestasi global," ujarnya.

Dia berharap, dengan budaya literasi di Kota Metro dapat meningkatkan minat baca bagi semua kalangan baik pelajar, masyarakat, dan pegawai pemerintah dan non pemerintah.

"Dengan kota Metro sebagai kota literasi maka akan lebih tersedia bahan bacaan bermutu dan terjangkau sehingga mendorong minat membaca baik di kawasan sekolah maupun di kalangan masyarakat. Dan juga memenuhi kebutuhan konsumsi bacaan masyarakat," tutupnya.

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengapresiasi dengan adanya Tim Gerakan Literasi ini diharap dapat meningkatkan kualitas SDM khususnya di Kota Metro.

"Dengan ada nya budaya Literate ini, harapannya dapat menjadi awalan untuk perubahan pola fikir masyarakat. Sehingga menghilangkan kondisi masyarakat yang bebas dari buta huruf dan juga dapat membentuk sikap masyarakat yang berbudaya dan memiliki ketangkasan dalam berkompetisi," kata dia.

Dia menambahkan bahwa dengan awalan sebagai kota literasi sudah banyak program yang memang sudah dari dulu ada demi memajukan Kota Metro ini.

"Kita lihat sudah terlaksana beberapa rumah baca. Seperti tbn, rumah pintar, tujuannya menjadi Indonesia Emas 2045, dan sesuai visi di Kota Metro Generasi Metro Cemerlang (Gemerlang)," tambahnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait