#SATWALINDUNG#BKSDA#BERITALAMPUNG

Tim Gabungan Bekuk Pedagang Satwa Dilindungi 

Tim Gabungan Bekuk Pedagang Satwa Dilindungi 
Petugas memeriksa satwa dilindungi yang diperdagangkan. Istimewa


Lampung (Lampost.co) -- Tim Gabungan dari Gakkum Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK), Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung-Bengkulu, dan Polda Lampung menangkap pedagang satwa dilindungi pada Rabu, 24 Februari 2021. Pelaku berinisial WI ditangkap di  Desa Banda Rejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Tim gabungan menyita 105 ekor burung berbagai jenis yang disimpan dalam sangkar dan kandang.


Informasi yang didapat lampost.co penangkapan tim gabungan berawal dari adanya perdagangan satwa antarprovinsi di Kota Metro, Provinsi Lampung. Kemudian dilakukan verifikasi dan penyelidikan, hingga pelaku ditangkap.

Kepala SKW III BKSDA Bengkulu Lampung, Hifzon Zawahiri,  membenarkan penangkapan oleh tim gabungan.

"Iya, benar kemarin," ujarnya melalui telepon,  Kamis, 25 Februari 2021.

Saat ini ratusan burung tersebut dititipkan di SKW III BKSDA Bengkulu Lampung, untuk dirawat sebelum nantinya dilepasliarkan.

Pelaku kini diperiksa oleh  PPNS Ditjen Gakkum KLHK untuk diproses lebih lanjut. Pedagang satwa dilindungi itu dijerat dengan dengan Pasal 40 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Adapun ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait