#MAYAT#BERITATANGGAMUS#KRIMINAL

Tim Forensik Autopsi Mayat Korban Pembunuhan di Pekon Kerta

Tim Forensik Autopsi Mayat Korban Pembunuhan di Pekon Kerta
Tim Forensik Polda Lampung bersama Polres Tanggamus melakukan pembongkaran makam Dedi alias Aceng.


Kotaagung (Lampost.co) - -Tim Forensik Polda Lampung bersama Polres Tanggamus melakukan pembongkaran makam Dedi alias Aceng (30), korban pembunuhan di Pekon Kerta Kecamatan Kotaagung Timur (Kotim), Kabupaten Tanggamus, Rabu 3 Februari 2021.

Kasat Reskrim Iptu Ramon Zamora mengatakan, autopsi mayat dimulai pukul 10.30 WIB. Hal itu bertujuan untuk mengetahui secara detail penyebab kematian korban. Tim rombongan forensik dikepalai oleh Dr. Jim Ferdian Tambunan dan lima tim dari forensik RS Bhayangkara, dan enam teknis lainnya.

Kasat menjelaskan, tim Forensik bersama penyelidik melakukan serangkaian penyelidikan guna meningkatkan penyidikan untuk mengetahui bahwa ini peristiwa tindak pidana pembunuhan. Adapun tahapan yang telah dilakukan yaitu mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

"Kami juga telah menurunkan tim psikologi guna pendampingan terhadap saksi-saksi, selanjutnya sejak pukul 10.30 WIB sedang berlangsung autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik RS Bhayangkara," jelasnya.

Menurutnya, Polres Tanggamus terus memperdalam bukti-bukti berdasarkan 184 KUHAP. Hingga kini hasil forensik juga belum didapatkan dari ahli forensik. Hal itu untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut sehingga dapat diketahui secara pasti meninggalnya seseorang.

Sebelumnya diberitakan, Dedi(30), warga Pekon Kerta Rt. 02 Rw.02 Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus ditemukan bersimbah darah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya, Selasa (19/1/2021) pagi.

Atas peristiwa tersebut, korban langsung dievakuasi dan dilakukan identifikasi oleh Inafis Polres Tanggamus bersama pihak Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUD-BM). Identifikasi dipimpin langsung oleh Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya. Personel gabungan Satreskrim dan Polsek Kota Agung juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sejumlah titik di rumah korban.

Adapun luka-luka yang ditemukan di tubuh korban terdapat pada tiga bagian yakni di kepala belakang, pelipis dan leher korban.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait