#nuansa#LampungPost#tikus

Tikus

Tikus
Ricky P Marly, wartawan Lampung Post. Lampost.co


PEKAN lalu, mesin cuci saya di rumah rusak. Listrik mesin cuci hidup dan ada bunyinya, tetapi tempat bilas mesin cuci itu tidak berputar.
Saya coba cek lagi kabelnya siapa tahu kabelnya rusak atau kabelnya tidak pas saat dicolok di stopkontak. Ternyata tidak, semua terpasang benar dan kabelnya pun tidak ada yang putus atau sobek.
Saya mencoba untuk membongkar mesinnya yang ada di bagian belakang, tetapi takutnya saya enggak bisa, cuma bisa bukanya saja, tidak bisa memasangnya apalagi membetulkannya, jadi urung saya lakukan. Saya putuskan keesokan harinya untuk membawanya ke tukang servis mesin cuci.
Keesokan harinya, beberapa jam sebelum saya membawa mesin cuci bermerek Aqua warna pink ini ke tukang servis yang tidak jauh dari rumah, saya melihat ada tikus di belakang lemari rumah, lemari ini pun letaknya tidak jauh dari mesin cuci. Saya dengan semangat ‘45 mengambil pentungan besi mencoba untuk menggebuk tikus ini, tetapi usaha saya sia-sia, tikusnya lari ke bawah lemari dan menuju mesin cuci, saya cari lagi, tetapi tetap tidak ketemu.
Masih dengan napas yang tergesa-gesa dan sedikit berkeringat, saya menuju tukang servis mesin cuci. Dan alangkah kagetnya saya, ketika tukang servis membuka bagian belakang mesin cuci, tikus yang saya cari tadi ada di dalamnya, dan dia lari terbirit-birit hendak keluar dari mesin cuci.
Saya kaget dan teriak melihat tikus ini, bisa-bisanya dia masih ada di dalam mesin cuci walaupun sudah dibawa ke tukang servis. Bisa dibilang tikus ini pindah rumah atau pindah alamat. Untung juga tikus ini tidak keluar di dalam mobil saat menuju ke tukang servis, bisa dibayangkan betapa ngeri dan gelinya tikus ini jalan-jalan di mobil.
Ketika di tukang servis dan sambil ditunjukkan bagian bawahnya, ternyata tikus tadi masuk melalui lubang yang sudah digigitnya. Setelah masuk, tikus ini pun menggigit tiga kabel mesin cuci hingga putus dan menyebabkan fungsi pembilasan mesin cuci tidak berputar. Hadeh n

EDITOR

Ricky P Marly, wartawan Lampung Post

loading...




Komentar