#hamatikus#petani

Tikus Mengganas, Petani di Metro Terpaksa Tanam Ulang

Tikus Mengganas, Petani di Metro Terpaksa Tanam Ulang
Jumali, salah seorang petani di Yosodadi, Metro Timur menunjukkan sawah yang telah di bajak ulang dan ditanami kembali. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Serangan hama tikus merusak sejumlah areal persawahan di wilayah Kota Metro. Sejumlah petani pun terpaksa harus menanam ulang padi.

Jumali, salah satu petani di Yosodadi, Metro Timur, mengatakan terpaksa menanam ulang benih padi, dan melakukan penyemprotan pupuk daun pasca-serangan hama tikus.

Baca juga: Serangan Tikus Sawah di Metro Timur Makin Parah

Berbagai macam cara telah dilakukan petani untuk mengantisipasi serangan hama tikus. Selain melakukan gerakan pengendalian (gerdal) seperti gropyokan sebelum tanam, memasang umpan setelah masa tanam, dan rutin melakukan pengecekan terus dilakukan.

Menurut Jumali, meningkatnya populasi tikus ini sangat meresahkan dirinya dan beberapa petani lain. Oleh karena itu, beberapa petak sawah miliknya rusak bahkan ada yang sampai dibajak ulang, dan ditanami kembali.

"Yang diserang tikus banyak sekali. Berbagai macam cara sudah kami lakukan. Bahkan, ada yang melakukan penanaman ulang agar tanamannya bisa terselamatkan," kata dia, Selasa, 22 Juni 2021.

Dia menjelaskan, pada masa gadu kali ini ketelatenan sangat diperlukan oleh petani agar bisa terbebas dari hama tikus.

"Harus telaten lagi. Pagi, sore, dan malam kami tak henti-hentinya untuk melakukan pengendalian. Jika sudah masuk usia 40 hari kita pasang umpan yang sudah diberikan racun agar tidak merusak padi yang ada. Kalau kami pasang pagar plastik modal nya yang belum ada," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lampung, Edi Triono mengatakan, populasi tikus di musim tanam gadu ini sangat banyak. Apa lagi saat ini predator tikus sudah jarang ditemukan.

"Selain melakukan gerdal, pemangsa tikus juga sangat berperan untuk mengurangi populasi. Seperti ular sawah dan burung hantu itu sudah jarang ditemukan," kata dia.

Dia menjelaskan, jika di suatu perusahaan terdapat satu ekor burung hantu, nantinya burung itu akan membunuh dan memakan tikus.  

"Permalam nya burung hantu bisa makan dua ekor tikus, sisanya akan dibunuh dan dibiarkan saja," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait