#tiket#pesawat#LCC

Tiket Pesawat LCC Ditetapkan Turun 50%

Tiket Pesawat LCC Ditetapkan Turun 50%
Illustrasi. MI/Arya Manggala ARYA MANGGALA


JAKARTA (Lampost.co)-- Pemerintah memutuskan penurunan tarif tiket pesawat sebesar 50 persen untuk seluruh maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC). Harga tersebut diturunkan setengah dari Tarif Batas Atas (TBA) maskapai LCC. 
 
Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan perhitungan teknis tersebut dilakukan melalui sharing cost atau berbagi beban bersama antara AP I, AP II, Airnav, Pertamina dan maskapai LCC di Tanah Air. 
 
"Penurunan tarif itu diberikan diskon 50 persen dari tarif batas atas. Intinya pemerintah berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah," ungkap Susi dalam jumpa pers di Kementerian bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7/2019). 
 
Menurutnya rata-rata harga tiket pesawat maskapai Lion Air terhadap TBA sudah turun 11 persen. Dengan nilai tarif Lion Air yang telah mencapai 42,7 persen dari TBA dan Air Asia yang mencapai 38,3 persen dari TBA ini, maka pemerintah meyakni harga tiket pesawat maskapai LCC kelas ekonomi yang melayani penerbangan domestik di Indonesia dapat bergerak di bawah 50 persen. 
  
"Sejak diputuskannya rencana penurunan tarif LCC pada Rakor 20 Juni 2019, rata-rata harga tiket pesawat maskapai Lion Air terhadap TBA turun dari 54,2 persen menjadi 42,7 persen," kata dia. 
 
Susi menambahkan kenaikan harga tiket pesawat sejak November 2018 memang memengaruhi jumlah penumpang angkutan udara domestik. Tercatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari–Mei 2019 mencapai 29,4 juta orang atau turun 21,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 37,4 juta orang. 
 
“Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 7,2 juta orang atau 24,50 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 2,3 juta orang atau 7,94 persen,” terangnya. 
 
Senada dengan Susiwijono, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menegaskan, sharing cost tidak akan mengorbankan sisi safety dari AirNav, maskapai, maupun pengelola bandara. 
 
"Kita masih berkomitmen di tengah kondisi yang tidak mudah bagi pengelola bandara, maskapai dan avtur," tegas Gatot.
 

EDITOR

Medcom.id

loading...




Komentar


Berita Terkait