#pemerasan#kriminal#oknumwartawan

Tiga Wartawan Ditetapkan Tersangka Kasus Pemerasan ASN Provinsi Lampung

Tiga Wartawan Ditetapkan Tersangka Kasus Pemerasan ASN Provinsi Lampung
Ruangan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra tampak sepi, Sabtu, 20 Agustus 2022. (Foto:Lampost/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Satreskrim Polresta Bandar Lampung menetapkan tiga oknum wartawan sebagai tersangka pemerasan terhadap ASN Provinsi Lampung. Ketiganya yakni JI (48), GY (43) dan AI (49), pada Sabtu, 20 Agustus 2022. Sementara dua orang rekannya AN dan S menjadi saksi.

Berdasarkan keterangan yang didapat Lampost.co,  korban seorang ASN BMBK Provinsi Lampung inisial MT mengalami kerugian hingga Rp25 Juta.

Berita Terkait: 5 Wartawan di Lampung Ditangkap Diduga Peras Sekdis BMBK Provinsi

Ketiga tersangka dikenakan pasal 368 ayat (1) KUHP sub pasal 369 ayat (1) KUHP jo pasal 56, 56 KUHP. Dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Modus yang digunakan yakni para pelaku meminta sejumlah uang untuk memenuhi permintaan korban agar chat mesum WA yang dimasukkan dalam link berita online dihapus.

Kemudian, korban memberikan uang sebesar Rp10 juta, dan sebelumnya korban juga menyerahkan uang sebesar Rp15 juta. Hingga total uang yang sudah diserahkan korban sebesar Rp25 juta.

Barang bukti yang diamankan satu amplop warna cokelat berisi uang pecahan Rp50 ribu total Rp10 Juta.

Penetapan tersangka  setelah gelar perkara sepakat untuk naikan sidik dan selanjutnya dilaksanakan gelar penetapan tersangka.

Bermula saat kedua belah pihak bertemu di Els Coffe Jl MS Batubara, Kelurahan Kupang Teba, Telukbetung, Bandar Lampung.

Setelah mengobrol, MT memberikan sejumlah uang kepada wartawan. Setelah ada transaksi polisi dari Polsek Telukbetung Utara menangkap kelimanya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan Polresta sudah menindaklanjuti laporan dari masyarakat dugaan pemerasan.

Jika oknum wartawan tersebut terlibat masalah pemberitaan maka diselesaikan dengan Dewa Pers. Jika melanggar pidana maka harus diselesaikan secara Peradilan umum.

"Seperti yang disampaikan oleh Dewan Pers, sengketa pers masalah pemberitaan Dewan Pers yang menyelesaikan. Jika melanggar hukum pidana atau perbuatan pidana maka diselesaikan dengan peradilan," katanya.

Menurut Pandra,  hukum harus mengandung tiga asas yakni Asas kepastian hukum (rechtmatigheid), Asas keadilan hukum (gerectigheit) dan Asas kemanfaatan hukum (zwech matigheid atau doelmatigheid atau utility).

Kemudian, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Meski WhatsApp dalam keadaan aktif.

Saat Lampost.co menghampiri ruangan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kasat Reskrim tidak ada di ruangan.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait