#pencurian#kriminal#beritalampung

Tiga Wanita Pengutil Kosmetik di Minimarket Ditangkap Massa

Tiga Wanita Pengutil Kosmetik di Minimarket Ditangkap Massa
Tiga pencuri minimarket di Pringsewu. Dok Polsek


Pringsewu (Lampost.co) -- Tiga wanita pencurian dengan modus mengutil barang di minimarket Pekon (desa) Wates Selatan hasilnya, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, diringkus saat beraksi, Kamis, 11 Februari 2021.

Dua diantara pelaku tersebut berasal dari Bandar Lampung, berinisial EK (21) dan RH (20), sedangkan rekannya FMD (23) warga Tulangbawang Barat.

Kapolsek Gadingrejo Iptu. Ay. Tobing, menjelaskan anggotanya mengamankan tiga wanita. Ketiganya diamankan dari rumah warga di Pekon Wates Selatan sekitar pukul 15.30 WIB. 

"Sebelumnya polisi menerima informasi ada pencuri yang ditangkap massa. Kemudian petugas langsung ke lokasi dan mengevakuasi pelaku," kata Tobing, Jumat, 12 Februari 2021.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mencuri di Alfamart 1 dan Alfamart 2 Gadingrejo. "Saat beraksi ketiganya berbagi peran," ungkap kapolsek.

Peran tersebut, yaitu RH mengalihkan perhatian karyawan dengan menanyakan berbagai barang, dua lainnya mengambil barang curian dan menyimpan di dalam tas.

Menurutnya, ketiganya hanya memilih kosmetik, jajanan, dan masker. "Jumlahnya ada 24 jenis barang, 22 barang kosmetik, 2 jajanan dan masker," ungkapnya.

Namun, aksi tersebut ternyata diketahui kepala toko yang curiga dengan tiga wanita tersebut. Sebab, pelaku masuk toko dan langsung berpencar. Saat selesai berbelanja kepala toko mengecek stok barang yang belum terjual, tetapi sudah tidak ada. Untuk itu, kepala toko mengecek rekaman CCTV yang mengungkap aksi tersangka. 

Setelah yakin terhadap ketiga pelaku, kepala toko langsung mengejar menggunakan mobil hingga akhirnya diringkus di daerah Pekon Wates Selatan. "Alasannya mencuri ketiga gadis itu mengaku hanya menjawab iseng saja" jelas Ay. Tobing.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait