#ramadan

Tiga Syarat Bertaubat

Tiga Syarat Bertaubat
Ustaz Sobih Adnan saat Kajian Jumat Pagi, Kitab Riyadhus Shalihin, Bab 2: Taubat, di Masjid NDP Kompleks Harian Umum Lampung Post, Jumat, 15 April 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Taubat berasal dari kata "taba-yatubu' bermakna kembali. Melalui pertaubatan, seseorang muslim kembali kepada Allah Swt setelah melakukan dosa kecil maupun besar. 

Ustaz Sobih Adnan, menjelaskan ada tiga unsur pokok yang mesti dilalui manusia saat bertaubat. Pertama, ilm (pengetahuan), artinya orang yang bertaubat harus mengetahui dosa yang dilakukannya atau dampak dari kesalahan yang diperbuatnya.

"Manusia bisa berada pada level tidak mengetahui dirinya berbuat dosa. Hidupnya terasa santai, tanpa merasa bersalah, takut, bahkan membanggakan bentuk maksiat yang dilakukannya. Orang-orang model ini akan sangat susah memanfaatkan peluang taubat," ujar Sobih, dalam Kajian Jumat Pagi, Kitab Riyadhus Shalihin, Bab 2: Taubat, di Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) Kompleks Harian Umum Lampung Post, Jumat, 15 April 2022.

Baca: Mengenal Tingkatan dalam Berpuasa

 

Kedua, lanjut dia, adalah hal (kondisi kejiwaan). Menurutnya, pengetahuan tentang dosa itu pada akhirnya membuat muslim merasa menyesal dan meminta ampunan. 

Ketiga adalah amal (aktivitas), permohonan ampun dan penyesalan tidaklah cukup. Pertaubatan harus disertai aktivitas atau ikhtiar untuk tidak kembali pada dosa-dosa yang dilakukannya.

"Tanpa tahapan-tahapan ini, manusia akan sulit merasakan output dari taubat atau tidak bisa dikatakan bertaubat," kata dia.

Pria yang karib disapa Gus Sobih itu juga menyebut ada perbedaan mencolok dalam pertaubatan atas dosa yang dilakukan kepada Allah Swt dan kepada sesama manusia.

"Jika pertaubatan dilakukan menyangkut hak-hak adami, atau mempunyai kesalahan kepada sesama manusia, maka kita wajib menambah tiga syarat itu dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Namun, jika orang yang ingin dimintai maaf susah ditemukan, maka bisa dilanjutkan ke keluarga atau ke pihak ahli waris.

"Apabila berkaitan dengan pengembalian harta dan ahli waris pun tidak bisa dilacak, maka harta itu bisa dialokasikan untuk beramal ke lembaga sosial keagamaan ataupun untuk kemakmuran masjid," ujarnya.

Dia mengatakan, Allah Swt sangat senang kepada hamba-Nya yang bertaubat. Di dalam momentum Ramadan, pertaubatan menjadi makin strategis seiring berlimpahnya pengampunan dari Allah Swt.

"Jangan pernah takut taubat tidak diampuni. Sebab, Innallaha yaghfiru adzunuba jami'an, sesungguhnya Allah akan mengampuni seluruh dosa manusia," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait