#pajak#ekbis#penerimaanpajak#beritalampung

Tiga Sektor Penerimaan Pajak Lampung Melemah

Tiga Sektor Penerimaan Pajak Lampung Melemah
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung mencatatkan realisasi penerimaan pajak bersih khusus di Lampung hingga akhir Agustus lalu mencapai Rp3,94 triliun dengan capaian 44,93% dari target Rp8,77 triliun. Namun, hasil tersebut terjadi pelemahan yang disumbangkan dari tiga sektor.

Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Eddy Wahyudi menjelaskan menjelaskan di lingkup kerjanya secara keseluruhan capaian penerimaan pajak terealisasi Rp4,93 triliun dengan capaian 44,7% dari total target Rp11,023 triliun. Proyeksi tersebut meningkat dibanding 2018 yang dipatok Rp9,14 triliun.

Namun, secara khusus di Lampung realisasi pendapatan pajak sudah meraup Rp3,94 triliun dengan capaian 44,93% dari target. "Angka itu dari empat jenis penerimaan pajak, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) non migas, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak lainnya," kata Eddy.

Menurutnya, dari keempat sektor tersebut tiga diantaranya terjadi pelemahan pertumbuhan, yaitu pada PPh non migas dengan penerimaan Rp2,21 triliun. Hasil tersebut menurun 0,41% dibanding 2018 dengan capaian 53,28% dari target Rp4,15 triliun. Hal itu disinyalir atas terjadinya penurunan pada penerimaan PPh 25/29 Badan dan orang pribadi, PPh pasar 22, dan PPh pasal 22 impor.

Begitu pula pada PPN dan PPnBM terealisasi Rp1,63 triliun dengan capaian 37,21% dari target Rp4,39 triliun. Capaian itu menurun 15,61% dan PPN impor berkontribusi besar dalam penurunan itu. Selain itu, PBB menurun 20,86% dengan realisasi penerimaan Rp39,41 miliar (38,6%) dari target Rp102,1 miliar. "Untuk kategori pajak lainnya terealisasi Rp53,34 miliar dengan capaian 43,79% dari target Rp121,83 miliar," ujarnya.

Dia melanjutkan, terdapat sektor penentu dalam penerimaan pajak itu. Mulai dari sektor perdagangan besar, eceran, dan reparasi sebesar Rp973,54 miliar, industri pengolahan mencapai Rp769,97 miliar yang turun 22,8% dibanding periode tahun lalu, admimistrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib Rp490,87 miliar yang tumbuh positif 8,92%.

Kemudian ada sektor kontruksi yang menyumbang pajak Rp312,45 miliar. Tapi, hasil itu pun turun 27,51% dibanding periode 2018, dan sektor lainnya Rp904,67 miliar yang menurun 2,82%. "Kami masih terus mengupayakan untuk mencapai target realisasi penerimaan pajak ini dan akan penyiapkan langkah strategis," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait