#longsor#sekolah

Tiga Ruang Kelas SDN 1 Mutar Alam Dikosongkan Akibat Longsor

Tiga Ruang Kelas SDN 1 Mutar Alam Dikosongkan Akibat Longsor
Longsor di belakang gedung SDN 1 Mutar alam, Kecamatan Way Tenong. Istimewa


Liwa (Lampost.co) -- Tiga ruang belajar SDN 1 Mutar Alam Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, terpaksa dikosongkan karena dikhawatirkan akan terdampak bencana longsor.

"Mulai besok tiga ruang belajar kelas 1-3 itu akan dikosongkan karena takut ada bencana longsor susulan yang akan berimbas dengan gedung tersebut," kata kepala SDN 1, Elsiana, Rabu, 26 Januari 2022.

Pengosongan satu unit gedung sekolah itu adalah dalam rangka antisipasi bahaya dikarenakan 5-6 meter dari tembok gedung sekolah itu kondisinya telah longsor sedalam 15 meter, dan lebar sekitar 15 meter yang hingga saat ini tanahnya masih mengalami pergerakan.

Longsor itu telah berlangsung sejak beberapa hari lalu namun curah hujan yang masih tinggi sehingga dikhwatirkan ada longsor susulan yang dapat berimbas ke gedung tersebut.

"Untung ada pohon besar dibelakang gedung itu sehingga sampai saat ini kondisinya masih bertahan, kalau tidak ada pohon besar itu mungkin tiga ruang belajar itu sudah habis karena longsor," kata Elsiana.

Selain mengosongkan tiga ruang belajar itu, upaya penanganan sementara yang dilakukan pihaknya yaitu telah membuat pagar pembatas dan melarang anak-anak mendekati dan bermain ke arah belakang gedung tersebut. Kemudian mengalihkan aliran air dari tuturan atap ke area bebas longsor.

Kendati tiga ruang belajar itu terpaksa dikosongkan tapi itu tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar, karena belajar dan mengajar bisa dilakukan secara shif pagi dan siang.

Pihaknya juga meminta seluruh anak-anak tidak mendekati atau bermain di sekitar jurang tersebut. Longsor itu disebabkan tingginya debit air yang masuk ke dalam area jurang sehingga menyebabkan tanah yang di bawahnya tergerus di tambah di bagian bawahnya terdapat aliran sungai.

Terpisah, Kabid Dikdas Seno Susanto melalui Kasi Sarpras Adi Susanto mendampingi Kadis Bulki, mengaku pihaknya bersama tim teknis telah meninjau lokasi untuk menindaklanjuti permasalahan itu.

Adi menjelaskan, longsor yang terjadi di belakang gedung SDN 1 Mutar Alam karena tingginya curah hujan belakangan ini yang menyebabkan limpahan air hujan dari badan jalan, air hujan dari tuturan atap pemukiman penduduk sekitar serta air hujan dari tuturan atap gedung sekolah itu sendiri semua berlabuh ke lokasi itu dan kemudian turun ke dalam jurang dibelakang gedung sekolah itu.

Sebagai tindaklanjutnya, kata dia, pihaknya bersama BPBD dan PU telah cek lokasi. Rencana penangananya akan dilakukan melalui dana tidak terduga.

Ia mengaku, penanganan sementara atau penanganan darurat sudah ditangani pihak sekolah yaitu dengan memindahkan saluran pembuangan air namun ini sifatnya hanya darurat. Untuk penanganan lebih lanjut akan dilakukan segera melalui tim teknis.

"Penanganan akan dilakukan secepatnya. Soal seperti apa penangananya, saat ini tim teknis tengah melakukan penghitungan kebutuhan maupun solusi penanganan. Karenanya, seperti apa penanganan yang akan dilakukan itu adalah diserahkan kepada tim teknisnya," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait