#mudik2021#ramadan#mudiklebaran

Semua Jalur Tikus ke Lampung Dijaga Ketat

Semua Jalur Tikus ke Lampung Dijaga Ketat
Karoops Polda Lampung Kombes Pol Wahyu Bintono saat rapat koordinasi antar-Polda di Swiss-Belhotel, , Selasa, 20 April 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung, Banten, dan Sumatra Selatan (Sumsel) sepakat saling berkoordinasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021, terutama terkait pelarangan mudik Lebaran selama 6 sampai 17 Mei 2021.

Selain delapan posko penyekatan yang telah didirkan, mereka sepakat melakukan pengawasan jalur tikus yang biasa digunakan para pengendara untuk menghindari petugas. Pemantauan difokuskan di perbatasan Sumsel.

"Sudah dipetakan jalur tikus. Kami maping dan awasi," ujar Karoops Polda Lampung Kombes Pol Wahyu Bintono, Selasa, 20 April 2021, usai menggelar rapat koordinasi di Swiss-Belhotel.

Baca: Polisi Loloskan Pemudik Terancam Sanksi Dua Kali Lipat

 

Kombes Wahyu mengatakan, penindakan tegas akan dilakukan terhadap pemudik atau pemilik kendaraan yang melanggar. Sanksi pun telah disiapkan mulai dari perintah putar balik hingga penyitaan kendaraan.

"Namun kami lebih mengedepankan pola represif yang humanis. Kami juga akan menyosialisasikan secara masif," kata dia. 

Penerapan sanksi-sanksi tersebut, kata Wahyu, juga akan dikoordinasikan dengan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubugan (Kemenhub). Petugas melakukan penindakan sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, juga berdasarkan instrumen diskresi kepolisian dan aturan lain yang bersifat terbatas.

"Misalnya, truk digunakan menangkut orang itu kan tidak diperbolehkan," tegasnya.

Ada beberapa jenis kendaraan yang juga dikecualikan dalam penindakan, yakni kendaraan pengangkut logistik dan yang bersifat urgen. Pengawasan akan dikoordinsikan Polda Banten, Polda Sumatra Selatan, dan Dirjen Hubdar Kemenhub, termasuk dalam mengantisipasi penyelundupan pemudik dengan menggunakan kendaraan yang telah dikecualikan.

 

 

Sanksi penyedia kendaraan

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari meminta Polda Lampung secara tefas menindak para pelanggar larangan mudik Lebaran 2021. Meskipun begitu, upaya represif harus tetap dijadikan jalan terakhir setelah menerapkan penindakan bersifat humanis.

"Penindakan harus humanis. Harus dipikirkan langkah-langkahnya, misalnya, yang sudah telanjur menyeberang ke Lampung atau sebaliknya jangan sampai membuat warga terbengkalai. Perlu juga ada kerja sama antarinstansi untuk memberikan imbauan, terutama ASDP," ujar Taufik usai kunjungan kerjanya ke Polda Lampung.

Penindakan lebih tegas, saran Taufik, harus lebih diarahkan kepada oknum yang menyediakan jasa-jasa transportasi ilegal.

Taufik mencontohkan, penggunaan travel gelap atau kendaraan logistik yang dikecualikan juga berpotensi dimanfaatkan untuk membawa pemudik ke Lampung atau sebaliknya.

"Harus diperketat juga jalur-jalur tikus," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait